Sudirman Said Bantah Main Mata dengan KPK

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Belakangan, beredar kabar bahwa calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said punya pengaruh di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isu itu digulirkan seolah-olah untuk menggiring opini publik, Sudirman Said bisa menjebloskan lawan politiknya, Ganjar Pranowo kapan saja lewat dugaan kasus korupsi e-KTP.Ketika dikonfirmasi, Sudirman menampik kebenaran isu tersebut. Dia membantah ada main mata dengan KPK. Baginya, hal itu sangat tidak berdasar dan tidak benar. Meski begitu, dia mengakui memang menjadi salah satu sosok yang mendorong berdidinya KPK. “Betul bahwa saya dulu pada waktu aktif di MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia) ikut mendorong pendirian KPK, tapi setelah berdiri ya selesai, gak ada pengaruh apapun,” ujarnya ketika ditemui, kemarin.Dijelaskan, KPK dibentuk sebagai lembaga independen. Tidak ada pihak mana pun yang bisa mengintervensi. “Apalagi cuma Sudirman Said. Coba lihat saja sejarah KPK selama ini ada gak tanda-tanda itu. Menurut saya itu upaya memelintir keadaan sebagai wujud dari kepanikan, kemudian cari-cari masalah dan saya digitukan gak cuma sekarang,” katanya.Jika melihat ke belakang, ada catatan ketika KPK lemah terhadap orang-orang MTI. Salah satunya ketika KPK bergeming ketika ICW melaporkan adanya penunjukan langsung konsultan media PT Semar Kembar Sakti dalam pengadaan buku Setahun BRR senilai Rp 1,6 miliar.ICW menemukan PT Semar Kembar Sakti dimiliki Pratiwi Ibnu Tadji, pemilik rumah yang disewa MTI dan anggota Yayasan Paramadina yang notabene memuluskan jalan Sudirman Said sebagai pejabat Rektor Paramadina. Saat itu KPK diam dan tidak menyidik Sudirman yang menjadi Deputi Bidang Komunikasi, Informasi, dan Hubungan Kelembagaan di Badan Pelaksana Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias. Padahal jelas Keppres 80/2003 tidak mengenal istilah pemilihan langsung untuk pengadaan konsultan.

  • Bagikan