Pertalite Naik, PAD Sulsel Ikut Meningkat

Kamis, 5 April 2018 - 10:06 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite. Kenaikan pertalite sebesar Rp200 perliter membuat harga yang ada sekarang menjadi Rp8.000.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto Tanaranggina mengungkapkan, kenaikan harga BBM bukan dalam kewenangan Pemprov Sulsel.

“Kalau terkait kenaikan harga BBM tidak ada hubungannya dengan kita itu,” ungkap Toto sapaan akrabnya.

Akan tetapi, menurutnya kenaikan harga BBM dapat menambah pendapatan daerah karena pertamina membayar pajak kepada daerah dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).

“Cuma pertamina itu bayar pajak ke Bapenda yaitu pajak bahan bakar kendaran bermotor atau PBBKB. Ini merupakan sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) terbesar ketiga, setelah PKB dan BBNKB,” tambahnya.

Tahun lalu Bapenda memperoleh PBBKB sebesar Rp546 miliar dari Pertamina. Tahun 2018 ditargetkan menjadi Rp601 miliar.

Menurutnya lagi, besaran pajak yang dibayar pertamina setiap tahunnya ditentukan dari berapa banyak BBM yang terjual. Serta dapat menambah dana bagi hasil (DBH) setiap daerah.

“Semakin banyak yang terjual maka akan semakin banyak juga pajak yang masuk ke daerah. Termasuk bagi hasilnya ke kabupaten-kota,” lanjutnya.

Diketahui Bapenda Sulsel bukan hanya menangani pajak kendaraan bermotor (PKB) saja akan tetapi Bapenda Sulsel juga mengelola beberapa pajak lainnya.

Seperti bea balik nama kendaraan (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB(, pajak air permukaan (PAP) dan pajak rokok. (rhm/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.