Warga Non-Muslim Newcastle Kompak Lawan “Islamophobia”

Kamis, 5 April 2018 - 00:06 WIB
Hampir 100 orang membentuk rantai manusia di luar masjid di Newcastle untuk melawan rasisme dan Islamophobia. (Foto: Tyne & Wear Citizens / Twitter)

FAJAR.CO.ID — Teror terhadap umat Muslim di Inggris lewat selebaran ancaman hari “Menghukum Seorang Muslim” disikapi warga dari komunitas lain. Salah satunya, warga Newcastle yang membentuk rantai manusia di luar masjid.

Kurang lebih 100 orang itu membentuk rantai manusia di luar masjid di Newcastle untuk melawan rasisme dan Islamophobia. Ini sebagai bentuk solidaritas anggota masyarakat Inggris pada warga Muslim.

Tyne and Wear Citizens, cabang lokal Citizens UK, mengatakan bahwa mereka ‘menyebarkan cinta, bukan kebencian’ pada hari ‘Menghukum seorang Muslim’.

Polisi sendiri sedang menyelidiki dokumen-dokumen selebaran yang dikirim kepada orang-orang di seluruh negeri yang memperingatkan mereka tentang hari ‘Menghukum seorang Muslim’ pada 3 April.

Surat-surat itu berisi janji ‘hadiah’ kepada orang yang melakukan serangan terhadap Muslim, termasuk penyiksaan, membakar masjid dan melempar asam di wajah orang-orang Muslim. Hal itu mendorong peringatan pada wanita Muslim untuk menyembunyikan jilbab mereka dan tidak berjalan sendirian. Keluarga Muslim juga didesak untuk mengunci pintu mereka dan berhati-hati ketika keluar rumah.

Di Twitter, grup Tyne dan Wear Citizens memposting: ‘Menyebarkan cinta bukan kebencian, membangun jembatan bukan dinding.’

Matthew Guest, penulis dan sosiolog agama di Universitas Durham, menulis: Senang menjadi bagian dari rantai solidaritas manusia yang membentang di sekitar Mesjid Pusat Newcastle. Warga negara berdiri bersama melawan rasisme & Islamophobia.”

Di tempat lain di seluruh negeri, surat-surat baru dikirim untuk mendorong hari ‘Love a Muslim’.
Surat-surat itu menjanjikan hadiah jika ada yang tersenyum atau melemparkan bunga pada Muslim. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.