Cegah Kanker Servik, Vaksinasi HPV Dianjurkan Sejak Dini

  • Bagikan

“Setelah lima tahun, prevalensi kutil kelamin turun 80 persen,” papar Prof. Kenneth.Pada 2007, persentasenya pada perempuan di bawah usia 21 tahun hampir 12 persen, dan turun hingga 2 persen pada 2011. Demikian pula pada kelompok usia 21-30 dari sekitar 12 persen pada 2007 menjadi 4 persen pada 2011.Pada perempuan yang tidak divaksin, tidak ada penurunan. Menariknya, prevalensi kutil kelamin pada laki-laki juga ikut turun, padahal laki-laki tidak divaksin.“Jadi kita melindungi anak perempuan, tapi anak laki-laki pun ikut terlindungi. Tercipta herd immunity. Bisa kita simpulkan efikasi vaksin sangat tinggi,” tegasnya.Tampak penurunan besar di semua negara. Penurunan prevalensi yang paling besar terlihat pada usia yang lebih muda. “Makin muda usia divaksin, makin besar manfaatnya,”papar Prof. Kenneth.Vaksin HPV diindikasikan untuk perempuan usia 9-45 tahun. Laki-laki pun boleh mendapat vaksin ini. Vaksin diberikan dalam tiga dosis, dengan jadwal 0-2-6 bulan.Untuk usia di bawah 14 tahun, cukup dua dosis dengan interval antar dosis enam sampai 12 bulan. Karenanya, sangat menguntungkan bila vaksinasi dilakukan pada usia anak. Selain biayanya lebih murah, antibodi yang terbentuk lebih baik, dan bisa melindungi sang anak sebelum aktif berhubungan seksual.Tak bisa dipungkiri, masih ada penolakan terhadap vaksin ini, dengan berbagai alasan. Dari segi agama seharusnya tak perlu khawatir karena vaksin ini sudah dinyatakan halal oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Ada pula yang menolak karena merasa bahwa anak gadis mereka masih jauh dari hubungan seksual.

  • Bagikan