Ayah dan Anak Kompak Korupsi Proyek

Sabtu, 7 April 2018 - 16:23 WIB

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO – Lima tersangka dugaan korupsi proyek lintasan sepeda ekstrem telah dijebloskan ke Lapas Sidoarjo. Proyek senilai Rp 1,74 miliar tahun 2015 di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo itu pun mangkrak.

Yang menarik, dua dari lima tersangka ternyata anak dan bapak. Keduanya rekanan pemenang lelang proyek dengan bendera CV Sinar Cemerlang. Satreskrim Polresta menangkap terlebih dulu Denni, 34, warga Desa Larangan, Candi, sang anak.

Dari sini diketahui bahwa Denni yang bertugas mengerjakan proyek. Sementara semua order garapan didapat dari sang bapak, Hadi Purtanto, 58, warga Bumi Citra Fajar, Sidoarjo. Hadi Purtanto juga merupakan ketua Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Perserosi) Kabupaten Sidoarjo.

Polisi sempat kesulitan melakukan penyelidikan kasus ini. Sebab, Hadi ngotot menolak mengakui keterlibatan dalam proyek olahraga ekstrem itu. Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui sama sekali proyek yang dikerjakan oleh putranya.

Namun, polisi tidak menyerah. Akhirnya, diketahui bahwa yang memenangkan lelang dan semuanya adalah Hadi. “Seluruh dokumen mengatakan dia yang memenangkan lelang dan berbagai kesepakatannya. Ini kami jadikan dasar untuk menetapkan Hadi sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Dari penyelidikan, menurut Harris, selama ini Hadi selalu menggunakan bendera milik Sumartono, yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Saking seringnya menggunakan bendera CV Sinar cemerlang, tersangka Hadi pun tidak perlu lagi meminta izin pada Sumartono.

“Sumartono terdaftar sebagai direktur CV tersebut. Sehingga kami tetapkan dia sebagai tersangka. Meskipun ia tidak tahu-menahu terkait proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi ini,” tuturnya.

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi proyek milik Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpar) Sidoarjo ini menyeret lima tersangka. Yakni Mantan Sekretaris Disporapar Mulyadi; Usman, 56, warga Dusun Tebuseren, Desa Dukuhsari Jabon; Hadi Purtanto, 58, warga Bumi Citra Fajar, Sidoarjo; Denni, 34, warga Desa Larangan, Candi; serta Sumartono, 53, warga Desa Tropodo, Waru. Mereka ditangkap terkait dugaan korupsi proyek lintasan sepeda ekstrem. (Fajar/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *