Beberkan Rahasia Penyidikan, Brigjen Aris Langgar Kode Etik KPK?

Sabtu, 7 April 2018 18:07

“Yang ketiga perusahaan Johannes Marliem Biomorf tidak pernah digeledah, padahal sudah dimintakan surat penetapan penggeledahan,” jelasnya.Atas hal yang terjadi ini, Aris pun membandingkan proses penggeledahan yang dilakukan tim KPK secara cepat usai gelar perkara, saat menggeledah kasus yang melibatkan pejabat dari Mahkamah Agung (MA).”Karakter seseorang harusnya sama ada yg namanya kognitif dan afektif itu pelakaran psikologis. Itu linier harusnya kita berperilaku sama,” ujarnya.”Digeledah, kantor Polri, kantor hukum digeledah. Kenapa satu lembaga ini tidak digeledah ada apa ?,” imbuhnya.Perihal pernyataan Aris Budiman yang mengumbar ‘rahasia dapur’ KPK ini berpotensi melanggar Peraturan KPK 07/ 2013 tentang Nilai-nilai Dasar Pribadi, Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Khususnya tentang kode etik integritas pada butir 16. Adapun dalam butir tersebut dikatakan, Dilarang memberitahukan, melanggar, mengirim/mentransfer, mengalihkan, menjual/memperdagangkan seluruh atau sebagian dokumen, data, atau informasi milik komisi dalam bentuk elektronik atau non elektronik kepada pihak yang tidak berhak, atau membiarkan terjadinya hal tersebut, kecuali atas persetujuan pimpinan komisi atau atasan langsung’.Menanggapi hal ini, Aris pasang badan, karena menurutnya apa yang diucapkannya benar. “Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya,” kata Aris.Sementara itu, lima pimpinan KPK belum menanggapi pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com.Di lain pihak, juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku belum mengetahui apa maksud pernyataan yang dilontarkan oleh Aris. Dia pun enggan berpendapat apakah, hal yang dilakukan Aris merupakan pelanggaran etik serius, karena membuka rahasi penyidikan KPK.

Bagikan berita ini:
3
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar