Mengejutkan! Brigjen Aris Budiman Buka-bukaan soal Kasus e-KTP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ada kabar kurang menyenangkan setelah pelantikan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli dan Direktur Penuntutan (Dirtut) KPK Supardi kemarin (6/4). Direktur Penyidikan (Dirdik) Brigjen Aris Budiman memberikan pernyataan kontroversial.

Dia menuding penanganan kasus e-KTP sebelum dirinya masuk tidak beres Aris yang hadir dalam pelantikan tiba-tiba memanggil awak media. Awalnya dia menceritakan perihal e-mail yang berisi kritik terhadap perekrutan penyidik.

"Hari ini (kemarin, Red) saya terima e-mail penerimaan pegawai, salah satu Kasatgas saya. Saya minta untuk kembali menjadi penyidik di KPK. Dan, dia adalah penyidik yang baik," katanya.

Tak terima dengan e-mail itu, Aris pun mengirim balasan. Dia membela penyidik yang diboyongnya dari kepolisian tersebut. Setelah itu, Aris membeberkan kinerja penanganan perkara e-KTP jilid I atau saat awal-awal dimulainya penyidikan terhadap Sugiharto pada 2014. Dia menyebut pada awal penyidikan perkara yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun itu, ada beberapa kejanggalan.

"Saya masuk (KPK) tanggal 16 September 2015, perkara (e-KTP) sudah berjalan hampir dua tahun."

Kejanggalan pertama, kata Aris, adalah tidak pernah diperiksanya bos Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem (rekanan e-KTP pada 2011-2012). Kantor Biomorf di Jakarta pun tidak pernah digeledah.

Proses hukum terhadap Johannes Marliem kini sudah tidak bisa dilakukan lantaran dia telah meninggal dunia tahun lalu. "Anda bisa cek ini (Marliem tidak pernah diperiksa). Ucapan saya akan berisiko hukum bagi saya," terangnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...