Menteri Susi Akan Jual Data-data Penjahat, Siapa?

Sabtu, 7 April 2018 20:02

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan kebijakan pelarangan bongkar alih muatan di tengah laut (transhipment) yang diatur dalam Permen KP Nomor 57 Tahun 2014 adalah harga mati.Kebijakan ini merupakan pintu utama bagi Indonesia untuk memberantas praktik illegal, unreported and unregulated fishing (IUU Fishing).Dari kebijakan tersebut, bos Susi Air tersebut kerap mendapatkan kritik keras. Salah satu yang paling santer adalah dirinya disebut menjual data rahasia negara karena membocorkan posisi dan memantau para kapal.Menanggapi hal itu, dirinya dengan lantang mengatakan bahwa tindakan itu bukan menjual data rahasia negara. Menurutnya, pengamatan kapal dengan Global Fishing Watch merupakan aksi membocorkan data penjahat yang melakukan aksinya di laut.“Kita memang akan menertibkan dan mulai memantau aksi transhipment. Karena keliatan modusnya berganti kapal Indonesia tangkap tapi mereka tunggu di luar. Semua kalian bisa amati kapal transhipment pakai global fishing watch. Bisa dilihat melalui www.globalfishingwatch.org,” ujarnya dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (7/4).“Di situ kapal Indonesia kelihatan, makanya banyak orang Indonesia protes dengan bayar LSM, PR, dan menyebut dengan jual rahasia negara. Bukan jual data negara, tapi jual data penjahat,” tambahnya.Bahkan, lanjut Susi, ada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga merasa keberatan dengan kebijakannya. Menurutnya, mereka melakukan protes tersebut karena ada yang mendanai.

Bagikan berita ini:
6
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar