Polemik Pilkada Puncak: KPU Digugat hingga Tudingan Cawabup Berijazah Palsu 

Sabtu, 7 April 2018 - 14:25 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung di Kabupaten Puncak,  Provinsi Papua digugat. Adalah Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Puncak, Refinus Telenggen yang menganggap proses demokrasi di wilayah pegunungan itu tak sejalan dengan sikap netral pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Refinus mengaku dirinya telah melaporkan tiga Komisioner KPU setempat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ada beberapa alasan yang disebutnya menjadi indikasi penyelenggara tak netral dalam mengambil keputusan.

Salah satunya, polemik soal penetapan dirinya sebagai Calon Bupati (Cabup) saat maju berpasangan dengan Cawabup David Ongomang (Refinus-David). Di antaranya Surat Keputusan (SK) usungan partai Hanura antara pasangan Refinus-David dianulir KPU.

“Saya mendaftar sebagai kandidat dengan Surat Keputusan (SK) resmi usungan PAN dan Hanura. Tapi, KPU Puncak menganggap kami tidak memenuhi syarat,” kata Refinus saat memberikan keterangan kepada Wartawan di Jakarta, Jumat (6/4/2018) malam.

“Sehingga kami menggugat ke Panwaslu, dan Panwaslu lalu memerintahkan KPU untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi ulang. Tetapi KPU tidak melaksanakan perintah Panwas, dan akhirnya kami melaporkan pelanggaran KPU puncak, dan adanya indikasi suap terhadap tiga Komisioner,” lanjut Refinus.

Refinus juga menjelaskan, hasil rapat pleno KPU saat proses penetapan kandidat hanya ditandangani oleh dua orang Komisioner KPU, sehingga tidak memenuhi syarat kuorum karena 3 komisoner lainnya enggan bertandatangan.

Namun,  beberapa hari kemudian salah satu komisioner lalu bertandatangan, dan seolah dipaksakan untuk segera kuorum. Sehingga lanjut dia,  hasil rapat pleno KPU yang hanya menetapkan Paslon Willem Wandik-Alus Murib sebagai calon tunggal digugat ke Panwas hingga Bawaslu.

“Keputusan Panwas jelas,  KPU diminta meninjau kembali surat keputusan dari Hanura dan PAN. Tetapi KPU tidak melakukan peninjauan kembali dengan melakukan verifikasi ke Hanura dan PAN (Pengusung Refinus-David),” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua tim Sukses,  Refinus-David, Pisai Weya juga menjelaskan beberapa kegaduhan proses Pilkada di Kabupaten puncak. Ada beberapa poin yang disebut menjadi dasar kecurangan sehingga melahirkan banyak pelaporan ke DKPP, Panwaslu hingga Bawaslu.

Yang pertama terkait adanya dugaan suap terhadap penyelenggara, sehingga dianggap mengambil keputusan yang tak sesuai dengan aturan PKPU. Kedua kata dia, adanya laporan masyarakat ke Panwas dan telah diproses oleh Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) terhadap penggunaan ijazah palsu petahana calon wakil bupati Alus UK Murib

“Dan seluruh laporan itu telah diproses baik oleh DKPP,  Panwaslu, dan juga Bawaslu.  Bahkan kami meminta Bawaslu RI melakukan supervisi terhadap persoalan Pilkada di Puncak,  ini demi melahirkan proses demokrasi yang adil dan sesuai dengan aturan,” ungkap Pisai Weya.

Pisai Weya bahkan menegaskan, jika bukti dan data penggunaan ijazah palsu yang digunakan petahana Bupati Willem Wandik saat mendaftar telah dikantongi oleh Gakumdu. Sehingga pihaknya mendesak agar segera dilahirkan keputusan yang adil agar tercipta proses demokrasi yang sehat di daerahnya.

“Jadi intinya kami menghargai seluruh proses yang ada,  dan kami pun akan jalani sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada.  Pesan kami kepada masyarakat puncak,  kami ingin memberikan pelajaran politik yang baik dan sehat,  dan tidak ada konflik,” ujarnya.

Ia mengaku sejarah konflik Pilkada yang pernah terjadi di Puncak agar tak lagi terulang. Salah satu syarat terbaik saat ini kata dia, dengan hadirnya perhatian serius dari pemerintah pusat baik lingkup Kementerian maupun tingkat Penyelenggara dan Pengawas Pemilu.

“Kami ingin buat imej politik di Papua, konflik yang pernah terjadi sudah cukup,  dan kami meminta Bawaslu, DKPP agar serius melakukan supervisi terhadap pelaksanaan pilkada puncak,” pungkasnya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *