Rusia: Inggris Akan Menyesal Bermain Api

Sabtu, 7 April 2018 - 01:43 WIB
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengecam Inggris di PBB. (Fotor: AP)

FAJAR.CO.ID — Rusia kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait tudingan Inggris bahwa mereka terlibat dalam usaha pembunuhan mantan mata-mata Rusia dan putrinya.

Pihaknya memperingatkan bahwa Inggris telah bermain api dengan menyalahkan Rusia.

Sergei dan Yulia Skripal ditemukan tidak sadar di bangku di Salisbury, dan tes oleh Departemen Pertahanan menunjukkan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan agen saraf Novichok. Sebagai buntut kejadian itu, Inggris mengusir diplomat Rusia dan meminta negara lain melakukan hal yang sama.

Tetapi, Kremlin membantah keterlibatan mereka dalam usaha pembunuhan itu. “Kami telah memberi tahu rekan-rekan kami di Inggris bahwa ‘Anda bermain dengan api dan Anda akan menyesal’,” tegas Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia pada pertemuan dewan keamanan.

Dia mengkritik sumber-sumber dinas intelijen Inggris terkait laporan bahwa Rusia telah menguji Novichok sebelum serangan. “Tidak bisakah Anda datang dengan cerita palsu yang lebih baik? Kita semua tahu berapa nilai informasi intelijen Inggris berdasarkan pengalaman Tony Blair,” tegasnya.

Yulia Skripal sendiri mengklaim kondisinya mulai membaik pasca kejadian ini. Tetapi ia tidak menyebutkan kondisi ayahnya. Dia berkata, “Saya punya banyak orang untuk berterima kasih atas kesembuhan saya dan terutama ingin menyebutkan orang-orang Salisbury yang datang membantu saya ketika ayah saya dan saya lumpuh.”

“Lebih dari itu, saya ingin berterima kasih kepada staf di Salisbury District Hospital atas kepedulian dan profesionalisme mereka. Saya yakin Anda menghargai bahwa seluruh episode agak membingungkan, dan saya harap Anda akan menghormati privasi saya dan keluarga saya selama periode pemulihan saya,” jelasnya. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.