BEGO! Bukan Hindari CCTV, Pencuri ini Malah Amati dari Dekat

Minggu, 8 April 2018 - 14:34 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Dinginnya lantai penjara tak juga membuat Ardi Pratama jera. Mencuri di salah satu rumah yang juga konter pulsa di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada akhir Maret lalu, membuat polisi dengan mudah menangkapnya. Ya, sebelum beraksi, remaja 20 tahun itu lebih dulu memperhatikan lebih dekat closed circuit television (CCTV) yang diletakkan di atas etalase. Bahkan, dia berdiri sambil mengamati lama-lama. Ditemui kemarin (6/4), pelaku pun senyum sembari menceritakan aksinya tersebut.

Dia mengaku masuk melalui pintu samping dengan mencongkel menggunakan obeng berukuran besar. Berhasil masuk, Ardi langsung mengarah ke konter pulsa milik korban. Langkahnya terhenti saat melihat CCTV yang lampunya menyala.

“Saya kira itu lampu biasa, karena cahayanya bukan seperti titik-titik CCTV pada umumnya,” ujar remaja yang akrab disapa Yai tersebut. Dia pun mendekati kamera pengawas untuk memastikannya. Pria yang sebelumnya divonis satu tahun pada 2016 itu pun tak melihat, rupanya ada kabel yang terhubung ke layar monitor. Merasa itu bukan CCTV, Yai dengan santai mengobok-obok konter tersebut. Matanya langsung mengarah ke laci dan dua handphone yang diletakkan di dalam etalase. “Saya juga sempat terdiam ketika mendengar orang berdehem,” ujarnya.

Setelah berhasil menggondol uang Rp 6 juta dan dua handphone, Yai lantas pergi bersama temannya yang sudah menunggu di atas motor di depan rumah tempatnya beraksi. “Langsung masuk saja, enggak pakai survei,” ungkapnya.

Kejadian sekitar pukul 05.00 Wita itu baru diketahui si pemilik rumah ketika hendak membuka konternya. Mengetahui ada barang yang hilang, pemilik rumah lantas melapor ke Polsekta Samarinda Seberang. Walhasil, hanya hitungan jam, keberadaan Yai diketahui petugas, di Jalan Karya Muharram, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Bermodal rekaman CCTV yang sempat didekati Yai, polisi lantas menangkap pelaku. Dalam penggerebekan di indekos milik rekannya itu, polisi juga mendapati tujuh paket sabu-sabu berukuran kecil. Barang haram itu diakui bukan miliknya melainkan rekannya. “Memang rencananya pakai sama-sama, tapi bukan saya yang beli,” sebutnya. Dia lantas dibawa ke markas polisi. Sementara itu, rekannya yang saat pencurian bertugas menunggu di luar rumah hingga kemarin belum pula tertangkap.

Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi menyebut, jajarannya tak bakal mengendorkan pengungkapan kejahatan. Bahkan, ketika tak ada laporan yang masuk, jajarannya diminta untuk tetap mengejar pelaku kejahatan. “Sebisa mungkin, semua laporan masyarakat selalu kami seriusi, termasuk sekecil apapun informasi masyarakat tentang adanya kejahatan,” tegas Fatich. (*/dra/iza/k8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.