Divonis Korupsi, Mantan Presiden Brasil Bersembunyi

Minggu, 8 April 2018 - 23:07 WIB
Mantan Presiden Brasil, Luis Inacio Lula da Silva. (Foto: Net)

FAJAR.CO.ID — Menolak menyerahkan diri ke pihak berwenang, mantan Presiden Brasil, Luis Inacio Lula da Silva, memilih bersembunyi di gedung serikat buruh di kota asalnya, yang terletak di pinggiran Sao Paulo.

Lula yang pernah memimpin Brazil selama dua periode itu diwajibkan pihak pengadilan menyerahkan diri untuk menjalani hukuman penjara 12 tahun karena divonis bersalah melakukan korupsi.

Di depan gedung persembunyian Lula, ribuan orang berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Lula. Mereka akan turut menolak pihak penegak hukum mengambil Lula.

“Jika polisi federal datang ke sini untuk menangkap Lula sekarang, mereka tidak akan leluasa,” ujar simpatisan Lula, Joao Xavier, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (7/4/2018).

Permintaan mantan Presiden Lula da Silva untuk bisa bebas selama proses banding kasus korupsi berlangsung ditolak Mahkamah Agung (MA) Brazil.

Berdasarkan hasil voting, MA Brazil menolak hak habeas corpus yang diajukan Lula. Itu artinya, pria 72 tahun itu harus menjalani vonis hukuman 12 tahun penjara.

Lula yang pernah menjabat sebagai Presiden Brazil selama dua periode mendapat vonis penjara 10 tahun pada tahun 2017. Ia dianggap bersalah dalam kasus korupsi, pencucian uang dan memperjualbelikan pengaruh.

Lula sempat mengajukan banding. Namun, Lula kalah di pengadilan rendah dan hukumannya bertambah jadi 12 tahun.

Dia kemudian mengajukan banding lagi. Namun pengajuan banding ini menuai protes dari masyarakat Brazil. Mereka mendesak agar Silva tetap ditahan selama menunggu hasil banding kedua.

Vonis MA ini juga menyatakan bahwa Lula tidak bisa ikut dalam Pilpres 2018 yang digelar bulan Oktober. Padahal, Lula merupakan capres favorit dan menduduki puncak survei sejumlah lembaga. (ian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.