Habis Pipa Minyak Bocor, BBM di Kaltara Mulai Langka

Minggu, 8 April 2018 - 21:10 WIB

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR  –   Kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akibat kebocoran pipa Pertamina berdampak ke Kaltara. Yakni, tersendatnya pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) dari jobber atau depo mini Pertamina di Kabupaten Berau, Kaltim. Terutama daerah-daerah yang mendapat pasokan BBM dari jobber Berau seperti Tanjung Selor, Bulungan.

Akibat BBM kosong, banyak warga Tanjung Selor yang mengisi bahan bakar di penjual eceran. SPBU di Jalan Sengkawit kemarin (6/4), sejak pagi hingga sore tidak melayani warga yang ingin mendapatkan pertamax, pertalite, dan premium. Hanya BBM jenis solar yang ada.

Lantas, SPBU di Jalan Katamso hanya sempat buka beberapa jam untuk pembelian premium. BBM jenis lain, menurut Amat, pengawas di SPBU Jalan Katamso, sudah beberapa hari kosong.

“Pagi tadi kami sempat melayani penjualan BBM jenis premium. Itu pun sisa stok kemarin sebanyak 10 ton dari 24 ton yang diterima sejak Kamis lalu. Informasinya , solar baru masuk besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Amat mengatakan, kekosongan stok pertalite terjadi semenjak kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Selain itu, armada yang biasa digunakan untuk mendistribusikan BBM dari jobber Berau ke wilayah Kaltara, dua di antaranya digunakan mengambil BBM di Samarinda dan Balikpapan.

“Jobber Pertamina Berau itu punya empat mobil tangki. Informasinya, armada yang melayani pengiriman BBM dari Berau ke Tanjung Selor sekarang hanya dua unit,” ungkapnya.

Karyawan SPBU di Jalan Sengkawit, Medi, mengungkapkan, BBM jenis solar yang diterima dari jobber Berau ada 16 ton pada Kamis (5/4) lalu, tersisa 5 ton dan hanya mampu bertahan hingga Sabtu (7/4) pagi.

“Stok BBM jenis pertalite sudah kosong selama sepekan ini. Informasinya stok di Pertamina Berau juga kosong. Premium sebanyak 16 ton rencananya masuk malam ini (tadi malam, Red),” ungkapnya.

Sejak pekan lalu, menurut Medi, pihaknya telah memesan BBM jenis pertalite melalui Pertamina Berau dan Samarinda, tapi tidak ada stok. Untuk mendapatkan pertalite, pihaknya harus menunggu distribusi dari Pertamina Balikpapan. (*/isa/fen/san/k16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.