Hanya 5 Bulan, 7 Kg Sabu Diamankan

Minggu, 8 April 2018 - 18:21 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Memasuki bulan keempat 2018, jajaran Polresta Samarinda setidaknya sudah menyita 7 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang diperoleh dari tangan para bandar maupun pengedar. Sayangnya, barang haram itu bak hujan, tak lagi mampu dibendung. Terlebih, beberapa titik di kawasan ibu kota Kaltim masih jadi sarang para bandar menjalankan bisnis haramnya.

Seperti kawasan Pasar Segiri, Samarinda Ilir (Jalan Pesut), Samarinda Seberang, dan beberapa daerah lain. Bahkan, khusus di kompleks perdagangan yang berada di wilayah Samarinda Ulu, ada loket khusus. Meski beberapa hari terakhir polisi intens mengobok-obok kawasan tersebut, nyatanya masih ada transaksi yang tak diketahui aparat. Tak sedikit dari mereka para penyalahgunanya masih di bawah umur.

Teranyar, narkoba yang disita dalam jumlah besar yakni milik Sagiri (32), pria yang sebelumnya dikabarkan diringkus polisi di sebuah rumah Kompleks Bukit Pinang, Samarinda Ulu, rupanya tertangkap di sebuah guest house di Jalan Urip Sumoharjo, Samarinda Ilir, Kamis (5/4). Hanya, barang bukti sebanyak 4,6 kilogram (kg) itu berada di perumahan berkelir abu-abu bercampur oranye dengan pagar besi hitam.

Sebelum meringkus Sagiri, jajaran Polsekta Samarinda Seberang itu membekuk Suryati (47) dan Amanda (23), yang kedapatan menguasai narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 19 paket narkotika ukuran kecil. Nah, kristal mematikan itu diperoleh dari tangan Sagiri. Dari sana, akhirnya polisi bisa membongkar praktik pengiriman narkoba dalam jumlah besar ke Kota Tepian itu. Total, dari tangan kedua perempuan tersebut adalah 11 gram.

Selain sabu-sabu 4,6 kg, polisi mendapati 540 ekstasi yang dihancurkan dan dimasukkan ke kapsul. Narkotika jumlah banyak itu didapat petugas di rumah kontrakan.

Untuk diketahui, Sagiri adalah pria yang kesehariannya sebagai buruh bangunan asal Banjarmasin, Kalsel. Dari kampung halamannya itu, dia mengenal seorang bandar besar yang kini diburu jajaran kepolisian. Dia menyebut, telah tiga kali mendatangkan barang haram dalam jumlah besar ke Samarinda.

Dua kali didatangkan pada awal dan pertengahan 2017. Masing-masing 5 kg dan 4 kg. Kiriman terbaru pada Sabtu (31/3) sebanyak 5 kg. “Semua dikirim dari Banjarmasin, melalui jalur darat sampai ke Balikpapan, saya ambilnya di sana,” ungkapnya.

Rencananya, sabu-sabu itu dipasarkan di Samarinda. “Semua lewat jalur darat,” sambungnya. Sejak setahun terakhir, dia sudah terlibat dalam bisnis haram tersebut. Untuk mengecoh tetangganya agar pekerjaan haramnya itu tak terbongkar, dia mengaku sebagai pedagang pakaian di pasar malam.

Upah yang diterima setiap berhasil mendatangkan dan menjual habis narkoba, Sagiri memperoleh keuntungan Rp 50 juta lebih. Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto menjelaskan, kemasan ineks dalam bentuk kapsul merupakan kali pertama dapati. “Bisa jadi ini modus baru,” sebut perwira melati tiga tersebut. Selanjutnya, pengembangan bakal dikoordinasikan dengan anggota Polda Kalsel. Ketiganya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Perannya masing-masing ada bandar, pengedar, dan kurir,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *