Mulai dari Tatap-tatapan, Lalu Berakhir Mandi Darah

Minggu, 8 April 2018 - 18:42 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Hanya karena bertatapan, Hendra (31) bersama kawannya berinisial KD (33) tega menganiaya Mus David (28). Karena perlakuannya, Hendra dibekuk di rumahnya di Jalan PU, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, kemarin (6/4).

Lalu, apa alasan Hendra dan KD menganiaya Mus David dengan benda tajam itu? Ternyata hanya persoalan tatap-tatapan. Hendra mengaku tak terima saat ditatap korban. Hendra menceritakan, peristiwa yang tepat terjadi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim itu dipicu David yang melintas dengan jalan kaki di depan sebuah warung makan. “Kebetulan kami beli makanan di situ,” ujarnya. Selang beberapa menit, korban melintas sembari melihat mereka dan berteriak serta berucap tak jelas.

Nah, yang dilakukan korban membuat rekan Hendra tersulut emosi. “Saya diajak sama dia (KD) pergi ke pos ambil parang,” ungkap Hendra. Kondisi rekannya pun terpengaruh minuman keras. Padahal, dia sudah melarang rekannya dan tak meladeni korban, yang diduga saat itu juga baru saja mengonsumsi miras.  Namun, faktor sesama teman perkumpulan, membuatnya memutuskan untuk membantu rekannya.

Di sekitar warung makan, kedua pemuda itu masih melihat David berteriak-teriak. Walhasil, KD pun sempat menanyakan maksudnya meneriaki orang-orang. “Dia bicara dengan nada tinggi, dan saya memang sempat pukul,” ujar Hendra. Sementara rekannya langsung menghunjamkan senjata tajam ke tubuh korban. Tangan kanan, lengan kiri, perut, dan tumit kaki kanan jadi sasaran amarah KD.

Tak pelak, David pun mandi darah. Tak banyak orang yang melihat kejadian tersebut. Pasalnya, Sabtu (30/3) dini hari itu sudah tak banyak orang yang melintas di jalan. David yang berlumuran darah lantas tergeletak dan nyaris meregang nyawa. Beruntung, ada polisi yang saat itu sedang patroli, sementara kedua pelaku sudah tak lagi di lokasi.

Penyelidikan polisi membuahkan hasil. Kemarin Hendra dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan. Sementara KD masih belum diketahui keberadaannya. “Lambat laun pasti tertangkap, karena anggota masih menyebar di lapangan,” ujar Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi. Polisi juga menunggu korban benar-benar bisa dimintai keterangan, lantaran masih terbaring lemah dan belum bisa menjelaskan permasalahan tersebut. (*/dra/iza/k8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *