Orderan Sepi, Seribu Pekerja di Batam Terancam Menganggur

Minggu, 8 April 2018 - 23:33 WIB
Pekerja pabrik pulang kerja dari perusahaan di kawasan Batamindo, Mukakuning, Seibeduk. (Foto: Dalil Harahap/Batam Pos)

FAJAR.CO.ID — Seribu pekerja di Batam terancam menganggur dalam waktu dekat. Artinya, akan ada penambahan jumlah pengangguran di Kota Batam.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sayakirti, mengaku dapat laporan akan adanya satu perusahaan yang mengurangi tenaga kerja mereka. Dari jumlah 1200 karyawan akan dikurangi menjadi 200 pekerja.

“Artinya, akan ada 1000 karyawan yang tak bekerja lagi. Laporan itu baru diterima minggu lalu,” kata Rudi kepada Batam pos, Sabtu (7/4/2018).

Menurut dia, 1000 pekerja yang terancam menganggur itu merupakan karyawan kontrak. Perusahaan terpaksa tak memperpanjang kontrak lantaran sepi orderan hingga akhir tahun.

“Jadi tahun ini mereka tak ada orderan, sehingga karyawan yang memang habis kontrak tak diperpanjang lagi,” imbuh Rudi.

Disinggung nama perusahaan yang akan mengurangi 1000 tenaga kontrak tersebut, Rudi enggan menyampaikan. Namun menurutnya, perusahaan bergerak di bidang elektronik.

“Saya tak bisa sampaikan nama perusahaan maupun lokasinya. Yang jelas salah satu perusahaan di Batam. Bergeraknya di bidang elektronik,” jelas mantan Kadisperindag Kota Batam ini.

Meski banyak mengurangi tenaga kontrak, Rudi yakin perusahaan akan tetap beroperasi hingga tahun depan. Sebab, perusahaan tersebut masih punya orderan hingga bulan Maret 2019.

“Orderannya sudah dari tahun kemarin (2017-red), tapi tak banyak. Untuk tahun ini belum ada orderan, karena itu mereka mengurangi tenaga kontrak,” ungkap Rudi.

Perusahaan juga menjelaskan akan kembali merekrut karyawan jika mereka kembali dapat orderan. “Kalau mereka niat seperti ini, berarti perusahaan itu tak tutup,” ujar Rudi.

Sejak awal tahun ia baru mendapat laporan satu perusahaan yang mengurangi tenaga kontrak dalam jumlah banyak. Ia berharap itu laporan terakhir.

“Yang sepi orderan tak semua perusahaan. Saya dapat laporan jika perusahaan ovsor merekrut tenaga baru,” jelas Rudi.

Diketahui tahun lalu, hampir 100 perusahaan mulai kecil hingga besar di Batam tutup. Bahkan dari data Disnaker mencatat sekitar 24 ribu lebih pengangguran di Batam.

“Saya berharap tahun ini tak seperti tahun kemarin,’ pungkas Rudi. (she)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *