Sudah Seminggu Rahmat tidak Ditemukan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimra) akhirnya menghentikan pencarian Rahmat. Itu dilakukan lantaran batas waktu pencarian berakhir sebab sudah genap tujuh hari saja. Korban pun dinyatakan hilang.

Kepala Seksi (Kasie) Operasi dan Siaga Kantor, Octavianto  mengungkapkan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 29/2014, di mana pencarian maksimal telah dilakukan dan tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan. Pencarian pun di tutup.

“Ya, jika hari ini (kemarin, Red) belum juga ada tanda-tanda keberadaan korban. Operasi akan kita tutup. Tidak ada lagi kegiatan operasi pencarian korban,” ujarnya meneruskan perintah Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Kaltimra Gusti Anwar Mulyadi kepada Radar Nunukan ketika dikonfirmasi, kemarin.

Meski operasi pencarian dihentikan, pemantauan di sekitar perairan Sebakis, Kabupaten Nunukan, terus dilakukan. Hal ini tidak menutup kemungkinan jika kembali terdapat informasi adanya tanda-tanda atau keberadaan korban, evakuasi dari tim SAR bisa saja kembali dilakukan.

“Jadi, koordinasi tetap dilakukan dengan pihak terkait maupun masyarakat setempat. Sewaktu-waktu ada informasi keberadaan, kami langsung bergerak cepat,” kata Octavianto.

Ditanyakan terkait dugaan korban dimangsa buaya, pihaknya tidak dapat memastikan kepastian hal tersebut. “Untuk info itu kami tidak bisa pastikan, meski memang di lokasi memang habitat buaya. Namun, tidak ada yang melihat langsung korban ini diterkam buaya. Jadi, berpikir positif saja,” beber Octa.

Sebelumnya, Rahmat diketahui memang sedang memberishkan diri di tepi sungai perairan Sebakis. Sementara lima orang rekannya tidak bersamanya.

Sementara dari keterangan saksi yang merupakan rekannya, Rahmat sempat berteriak meminta tolong saat ia membersihkan diri di sungai. Mereka yang mendengar teriakan seketika menuju sungai. Namun Rahmat sudah menghilang. Hanya tertinggal kampak yang digunakan untuk memotong kayu.

Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke pihak aparat terdekat di lokasi yakni personel Pos Angkatan Laut (AL) Sebaung. Sempat dilakukan pencarian pasca kejadian. Namun, Rahmat tidak juga ditemukan. Alhasil, pihak aparat pun langsung menginfokan ke unsur SAR lainnya guna pencarian lebih lanjut.

Namun, hingga kini Rahmat belum juga ditemukan. Pencarian pun yang sudah melewati batas waktu akhirnya dihentikan. (raw/nri)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar