#2019GantiPresiden, Jokowi Panik? Berikut 3 Analisa

Senin, 9 April 2018 - 10:11 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di hadapan relawan di Bogor beberapa hari lalu, menyinggung soal sejumlah isu yang beradar belakangan ini.

Salah satunya tentang baju Kaos bertuliskan #2019GantiPresiden yang kini telah dijual belikan di sejumlah pasar di Jakarta maupun kota-kota lainnya di tanah air.

Jokowi mengatakan, yang berhak menggantikan posisinya hanya Rakyat, buka baju kaos. “Masak kaos bisa ganti Presiden? Yang bisa ganti Presiden itu rakyat, kalau rakyat mau ya bisa ganti. Kedua restu dari Allah. Masak ganti kaos bisa ganti Presiden,” tegas Jokowi dengan nada suara tinggi.

Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai, ketegasan Jokowi soal kaos #2019Ganti Presiden seperti orang yang sedang panik.

Ada 3 analisa yang dipaparkan oleh pengajar di Universitas Indonesia ini dari bahasa tubuh Jokowi saat berpidato.

“Bahasa tubuhnya terbaca panik. The beginning of the end (awal dari sebuah akhir?),” kicau Rocky Gerung melalui akun twitternya.

Pertama, lanjut Rocky, Gerak tangan dan gerak otak tidak sinkron. Kedua, masih kata Rocky Gerung, Psikogram: Ada masalah dengan elektabilitas belio. “Saya mau sebut “mangkrak”, tapi itu terkesan tak ilmiah.” Paparnya.

“Ke empat, Diagnosis: Belio kecewa dengan kedunguan bujer-bujer belio,” sambungnya.

Rocky Gerung juga menyindir Jokowi yang kerap menggunakan teks saat berpidato maupun melucu.

“Belio melucu pake text lagi? Berarti audiens juga diberi text hahaha-hihihi? Astaga!,” sindirnya.

(dal/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.