JPU Sakit, Sidang Kasus Pembunuhan Mahasiswi Kedokteran UMI Ditunda Lagi

Senin, 9 April 2018 - 15:26 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus kematian mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rezky Evienia Syamsul (22), yang diduga menjadi korban penganiayaan pada tahun 2016 lalu, belum menemui titik terang.

Walaupun kasus ini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar, tetapi hal itu tak serta merta membuat tiga terdakwa yang juga merupakan rekan korban HJ (21), SF (19) dan WR (21) bisa dijatuhi vonis dengan cepat.

Kuasa hukum korban, Syamsul Syam mengungkapkan bahwa sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa berlangsung hari ini, Senin (2/4/2018). Namun, kata Syamsul, sidang tersebut ditunda lantaran Jaksa Penuntut Umum berhalangan hadir karena sakit.

“Sidangnya ditunda lagi, kalau ditotalkan sudah lima kali penundaannya. Sidang pembacaan tuntutannya saja sudah empat kali batal,” ujar Syamsul.

Rezky Evienia Syamsul (22), mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 7 Juni 2016 lalu usai mengikuti kegiatan pengkaderan tim bantuan medis (TBM) 110-FK UMI di Pegunungan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Kematian Rezky diduga atas kelalaian yang dilakukan oleh seniornya.

Penanganan kasus ini sempat terseok-seok, pasalnya Polda Sulsel baru melimpahkan barang bukti dan tersangka tahap 2 ke Pengadilan Negeri pada bulan Juli 2017 lalu. Adapun sidang perdana untuk ketiga terdakwa baru digelar pada hari Kamis, 13 Juli 2017 lalu.

Dalam sidang perdana, para terdakwa dijerat dengan pasal 353 ayat (1) dan ayat (3), pasal 351 ayat (1), (3), dan (4), lebih subs pasal 359 jo pasal 55 dan pasal 56 KUH Pidana. Sementara sidang lanjutan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam kasus kematian Rezky, Tim penyidik Krimum Polda Sulsel menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Tiga tersangka tersebut terdiri dari dua wanita dan satu lelaki. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *