Kenal di Facebook, Kuli Bangunan “Garap” Siswi MTs Berkali-kali

Senin, 9 April 2018 - 00:37 WIB
Tersangka (tengah) diapit anggota unit PPA Polrestabes Surabaya, Sabtu (7/4). (Foto: ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID — Agus Widodo, 27, pria yang bekerja sebagai kuli proyek bangunan terpaksa mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya.

Warga yang tinggal di Jalan Pandegiling Tengah nomor 48 Surabaya itu terbukti melakukan persetubuhan terhadap korban di bawah umur, berinisial NW, 15. Bocah kelas tiga MTs asal Banyuurip itu digagahi tersangka sampai tiga kali.

Dari informasi yang dihimpun, aksi bejat itu dilakukan tersangka setelah terlibat perkenalan lewat media sosial Facebook dengan korban. Kemudian tersangka yang sudah terlibat chatting-an lantas mengajak ketemuan.

Pertemuan pun terjadi antara tersangka dan korban. Pertama kali pertemuan dilakukan di gang sekitar rumah korban.

“Selepas pertemuan pertama, korban diajak ke rumah tersangka dengan cara dibonceng menggunakan motor,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi, Sabtu (7/4).

Setelah dibawa ke dalam rumah tersangka, korban pun langsung dilucuti pakaiannya. Kemudian korban disetubuhi atau hubungan badan layaknya pasangan suami istri. Bahkan mirisnya, aksi bejat seperti itu sudah dilakukan tersangka selama tiga kali.

“Persetubuhan itu dilakukan selama tiga kali berturut-turut selama tiga hari. Modusnya sama korban dijemput di dekat gang rumah korban menggunakan motor,” kata dia.

Bahkan, lanjut Cinthya , korban pernah diinapkan di rumah tersangka untuk disetubuhi. Tepatnya saat itu pada Minggu (1/4) lalu. Orang tua korban yang tahu akan kasus tersebut lantas melapor ke Mapolrestabes Surabaya. Tak butuh waktu lama Unit PPA Polrestabes Surabaya lantas membekuk tersangka tanpa perlawanan.

Atas perbuatannya tersangka yang memiliki tatto di tangan kanan dan kiri tersebut bakal dikenai pasal Pasal 81 UU NO 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal lima tahun kurungan penjara.(rus/hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.