Ketua DPR Sebut Sindiran Jokowi ke Prabowo Soal Data Utang Itu Wajar

Senin, 9 April 2018 - 14:43 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) membenarkan sindiran Joko Widodo alias Jokowi kepada Prabowo Subianto soal utang negara dan prediksi Indonesia bubar di tahun 2030 adalah satu kewajaran.

Menurut Bamsoet, langkah Jokowi menepis isu-isu miring kepadanya bukanlah satu kemarahan, tetapi lebih pada klarifikasi atau meluruskan apa yang disampaikan.

“Menurut saya seperti juga para pemimpin lain manakala ada informasi-informasi yang perlu diklarifikasi maka pemimpin itu akan menyampaikan klarifikasinya. Karena mungkin Pak Prabowo mendengar adanya isu-isu tentang hutang yang tinggi dan hal-hal lain ya beliau jawab dengan data yang dimiliki oleh beliau dari para pembantunya,” kata Bamsoet kepada wartawan, Senin (9/4).

Sebelumnya, lewat pidatonya di hadapan relawan di acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor pada akhir pekan kemarin, Jokowi secara tegas membantah isu-isu yang mengaitkan dirinya bagian dari antek asing dan utang negara yang makin melambung tinggi.

Dikatakan Bamsoet, pernyataan-pernyataan Jokowi dalam podato itu masih dalam koridor yang wajar, sekaligus sebagai klarifikasi dan penjelasan kepada masyarakat Indonesia.

“Menurut saya wajar saja seorang presiden memberikan penjelasan yang clear kepada masyarakat agar tidak membuat kebingungan dan kepastian dari masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, dalam pidato Jokowi yang menyindir Prabowo dengan menyebut pemimpin seharusnya memberikan rasa optimisme kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya malah menularkan virus pesimisme.

“Jangan pesimis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya. Pemimpin harus memberikan semangat kepada rakyatnya meskipun tantangannya tidak gampang,” kata Jokowi. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.