Lewat Surat, Para Kyai Minta PKB Jangan Deklarasi Dukung Jokowi Dulu

Senin, 9 April 2018 - 14:14 WIB
Presiden Joko Widodo. (Foto: dok.JPNN.Com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan sikapnya untuk mendukung Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Meski Joko Widodo alias Jokowi sudah dideklarasikan oleh beberapa partai sebagai Capres pada Pilpres 2019, PKB yang tergabung dalam koalisi Pemerintah saat ini tidak serta merta mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi. Tersiar kabar, dukungan PKB akan diberikan kepada Jokowi tapi dengan syarat Muhaimin Iskandar diplot sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi.

Tawaran PKB itu belum disetujui oleh Jokowi dan partai pengusung utama, yakni PDI Perjuangan. Meski begitu, Cak Imin dan PKB terus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah untuk perkenalkan Wakil Ketua MPR RI ini sebagai Cawapres di Pilpres 2019.

Wasekjend PKB Daniel Johan mengatakan, salah satu alasan PKB belum melakukan deklarasi dukungan kepada Jokowi sebagai Capres pada Pilpres 2019 tak lepas dari permintaan para kyai. bahkan, para kyai menitipkan pesan lewat surat resmi ke pengurus pusat agar jangan melakukan deklarasi kepada Jokowi dulu sebelum bulan Juni.

“Bukan ganjelan karena kurang dekat, tetapi ganjelannya adalah para kyai punya intuisi menitipkan pesan bahkan ada yang pakai surat secara resmi, bahwa jangan deklarasi sebelum bulan Juni,” kata Johan kepada awak media, Senin (9/4).

Johan belum mengetahui alasan apa hingga para kyai meminta agar deklarasi tidak dilakukan saat ini, tetapi menunggu hingga bulan Juni. Untuk itu, Johan menuturkan pihaknya akan melakukan sowan ke para kyai terlebih dahulu, sekaligus meminta penjelasan. ”

Ya ga paham alasannya, intinya seperti itu. Tetapi kalau intinya mau deklarasi sebelum Juni berartikan kita harus sowan dulu kepada para kyai menjelaskan,” jelasnya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu mengakui, PKB akan taat pada permintaan para kyai terkait dengan penundaan deklarasi hingga akhir Juni nanti. “Kalau kita tanpa sowan meyakinkan dan sampai akhirnya para kyai memahami. Ntar kalau PKB ditinggal para kyai gimana?. Itukan malah merepotkan koalisi dan ya PKB pasti ga mau kalau sampai ditinggal para ulama,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.