Liput Bentrokan, Seorang Wartawan Tewas Ditembak Tentara Israel

Senin, 9 April 2018 - 04:04 WIB
Wartawan Palestina, Yasser Murtaja, dievakuasi selama bentrokan dengan pasukan Israel di Jalur Gaza. (Foto: Ibraheem Abu Mustafa / Reuters)

FAJAR.CO.ID — Tentara Israel menembak enam wartawan yang meliput dalam bentrokan di jalur Gaza. Seorang wartawan bernama Yasser Murtaja dilaporkan tewas setelah terkena tembakan di bagian perut.

Yasser Murtaja yang tewas bersama satu warga Palestina lainnya terkena tembakan di sekitar area pagar perbatasan dengan Israel. Ia tertembak saat melakukan peliputan. Video dan foto jurnalis berusia 31 itu saat dirawat setelah tertembak di perut bagian bawah, menunjukkan dia mengenakan jaket pelindung biru dan putih dengan tulisan “PRESS” terpampang di bagian depan.

Menurut Asosiasi Jurnalis Palestina, Murtaja yang bekerja untuk sebuah kantor berita yang bermarkas di Gaza bernama Ain Media, adalah satu dari enam wartawan Palestina yang ditembak. Semua wartawan itu dapat diidentifikasi secara jelas sebagai media.

Militer Israel telah menegaskan bahwa penembakan ditargetkan secara hati-hati. Dan mereka tidak segera memberikan komentar tentang bagaimana enam wartawan bisa ditembak. “Dia baik, lembut, dan penuh perhatian, ingin menjadi jurnalis terbaik, karena tujuannya selalu untuk mendokumentasikan penderitaan rakyat Palestina,” kata Rori Donaghy, konsultan Timur Tengah dan mantan editor berita di Timur Tengah Eye.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan, total 491 warga Palestina menderita luka tembak pada Jumat ketika puluhan ribu demonstran berkumpul di perbatasan untuk “Friday of Tyres”. Demonstran membakar tumpukan ban dalam upaya untuk melindungi diri dari penembak jitu Israel selama aksi berlangsung.

Hamza Abdul All, 20 tahun dari Gaza tengah, juga meninggal akibat luka-lukanya semalam, sehingga jumlah total orang Palestina yang tewas dalam kerusuhan Jumat di pagar perbatasan menjadi sembilan. Sebanyak 31 orang telah tewas selama satu minggu setelah pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke massa. (Washington Post/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *