Mulanya Dibantu Google Translate, Enam Bulan Kemudian Dinikahi Pria Tiongkok

Filla Fauziah Kasim harus bersabar tiap kali berkomunikasi dengan sang pacar. Meski mereka duduk berhadap-hadapan atau berdampingan, dia harus "bicara" melalui sang perantara bernama Google Translate.

======================== AGUS DWI PRASETYO, Konawe ========================

DITULISKANNYA apa yang mau dia ucapkan di situ. Hasil terjemahan aplikasi itu yang lantas dibaca sang kekasih, baru ngeh.

"Enam bulan saya pakai Google Translate waktu pacaran," kenang Filla dengan malu-malu.

Maklum, pacarnya, Lyu Zhiqiang, yang berasal dari Tiongkok, tak menguasai bahasa Indonesia. Sedangkan Filla yang lahir dan besar di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, juga tak paham satu pun kata dalam bahasa ibu Lyu.

Tapi, kesabaran dan perjuangan keduanya tak sia-sia. Pada 12 Desember 2016, mereka resmi menikah. Setahun berselang, lahirlah buah cinta mereka, M. Farzan Seif.

Bersandingnya Filla dengan Lyu adalah salah satu efek berbondong-bondongnya pekerja dari Tiongkok ke Morosi sejak 2015. Di kota kecamatan itu mereka bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Dalam berbagai kapasitas.

Sebagian dari mereka lajang, sebagian sudah berkeluarga. Tak satu pun yang datang ke pelosok Konawe, sekitar 40 menit dari Ibu Kota Kendari, itu sembari membawa pendamping. Entah istri atau pacar.

Meski demikian, yang kemudian tertambat hatinya dengan warga lokal tak banyak. Dari 742 pekerja Tiongkok di sana, diketahui hanya enam yang menikah dengan perempuan setempat. Itu pun tak semua mau terbuka bercerita.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...