Mulanya Dibantu Google Translate, Enam Bulan Kemudian Dinikahi Pria Tiongkok

Senin, 9 April 2018 05:55

“Saya ketemu istri main-main (saat jalan-jalan, Red) ke pantai,” ungkap Lyu yang lahir dan besar di Provinsi Jilin, Tiongkok, kepada Jawa Pos yang menemuinya di rumah makan miliknya di Morosi Rabu lalu (4/4).Penguasaan bahasa Indonesia Lyu belakangan membaik. Banyak kosakata yang dia pahami maknanya. Namun, peng­ucapannya masih berlepotan. Saat pertama menyapa Jawa Pos yang sudah menunggunya di rumah makan, misalnya, dia menawari, “Mau apa, makan?”Karena itulah, untuk mendapatkan cerita lengkap tentang pernikahannya dengan Filla, Lyu meminta Jawa Pos menemui sang istri dan keluarga besarnya yang tinggal di Desa Bumi Indah, Lalonggasumeeto, Konawe. Sekitar satu jam perjalanan darat dari Morosi.Kasim, ayah Filla, mengenang, Lyu mulai mendekati anak gadisnya setelah Ramadan 2016. Kala itu anak ketiganya tersebut baru saja pulang setelah menginap di rumah ibu kandungnya di Desa/Kecamatan Motui, Konawe Utara. “Selesai puasa itu, dia sering berkunjung ke rumah. Kadang satu minggu itu tiga kali,” ingatnya.Lama-kelamaan, Lyu akhirnya menyampaikan keinginannya meminang Filla yang kala itu baru saja lulus SMK. “Dia sampaikan secara jantan, saya mau menikah dengan anaknya bapak,” ucap Kasim menirukan pinangan Lyu saat itu.Banyak faktor yang harus dipertimbangkan yang membuat Kasim memilih tak menggubris lamaran Lyu itu. Tapi, Lyu ternyata tak menyerah. Tiga bulan lamanya pria asal Negeri Panda tersebut terus melakukan pendekatan. Termasuk menyatakan kesiapannya menjadi mualaf. “Saya pikir berkali-kali. Okelah, barangkali ini skenario Allah bahwa saya punya anak akan kawin dengan orang Tiongkok,” ujar Kasim.

Bagikan berita ini:
9
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar