Mulanya Dibantu Google Translate, Enam Bulan Kemudian Dinikahi Pria Tiongkok

Senin, 9 April 2018 05:55

Parahnya lagi, pihak keluarga yang tinggal di Desa Purui, Morosi, tersebut sama sekali tidak tahu latar belakang Li di Tiongkok. Setahu mereka, Li awalnya merupakan tukang las di PT VDNI Morosi.Karena kerap bertemu dengan Jumiatun, Li pun kepincut dan menawarkan pinangan ke pihak orang tua Jumiatun. “Waktu itu saya pasrahkan ke Pak Nurdin (warga setempat, Red). Yang penting anakku diurus,” ujar Yati, ibunda Jumiatun.Tahun lalu Jumiatun juga bekerja di PT VDNI sebagai juru masak. Namun, pekerjaan itu tidak lama dia tekuni. Jumiatun lantas berjualan sayur dan bekerja serabutan di sekitar smelter PT VDNI.Yang agak menghibur Yati, sesekali dirinya masih bisa berkomunikasi via aplikasi WeChat dengan Jumiatun dan keluarga Li di Tiongkok. Itu pun ketika Yati memiliki pulsa untuk membayar paket data internet. “Sering video call setiap ada pulsa,” kata Yati lirih.Menurut Yati, saat ini Jumiatun sudah memiliki anak hasil pernikahan tersebut. “Katanya menunggu anaknya usia tiga tahun baru pulang ke sini (Konawe),” katanya.

Lyu Zhiqiang menunjukan foto anaknya di rumah makan Filla Garden Restoran Morosi, Konawe. (Foto: Agus Dwi Prasetyo/Jawa Pos)
Tidak Lantas Mudah Jadi WNISecara aturan, memang tak ada yang dilanggar dalam pernikahan antara pekerja asal Tiongkok dan warga lokal di Konawe. Namun, tidak lantas si warga asing jadi mudah mendapat status warga negara Indonesia (WNI).

Bagikan berita ini:
5
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar