Pekerja Tewas Tertimpa Tumpukan 30 Kaca

Senin, 9 April 2018 - 23:57 WIB
Petugas Polsek Plemahan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). (Foto: Ramadani Wahyu - JP Radar Kediri)

FAJAR.CO.ID — Muhammad Basrudin, 18, warga Dusun Bongkal, Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri, mengalami kecelakaan kerja yang berujung maut di toko bangunan, UD Bela Jaya, Desa Mojoayu, Kecamatan Plemahan, kemarin.

Basrudin sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Pare sebelum akhirnya meninggal dunia. Informasi Jawa Pos Radar Kediri menyebut, peristiwa tragis yang tak dinyana itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Bermula ketika Basrudin bersama Niken Ragil dan Defani Afrisal melayani konsumen.

Pembeli tersebut akan membeli cermin yang kebetulan terletak di bawah kaca hitam. Adapun kaca hitam tersebut sebanyak 30 buah. Tiap kaca nako itu berukuran 120 x150 sentimeter (cm). Ketebalannya 50 milimeter (mm) tiap kaca. Sedangkan beratnya mencapai kisaran lima kilogram (kg).

“Jumlah kaca hitam sekitar 30 buah dengan ukuran 120 x150 sentimeter dengan ketebalan 50 milimeter dan beratnya sekitar lima kilogram,” papar Niken.

Pada saat itu, Niken bertugas sebagai pengambil cermin di belakang. Sedangkan Basrudin dan Fani yang kebagian menahan tumpukan kaca hitam. “Saya yang mengambil cermin di balik kaca hitam sebanyak 30 buah,” terangnya.

Pada saat itu, menurut Niken, hanya Basrudin dan Fani yang tengah menahan kaca hitam tersebut. Pasalnya, karyawan lain sedang memindahkan semen dari truk untuk dibawa ke toko.

Kecelakaan terjadi karena tak kuat menahan tumpukan kaca, Basrudin pun tertimpa kaca hitam tersebut. Fatalnya, kaca mengenai bagian lehernya. Sedangkan Fani berhasil menghindar ke bagian samping.

Niken menyatakan, langsung kaget melihat Basrudin jatuh tertimpa kaca. Dia sempat melihat punggung Basrudin jatuh mengenai balok kayu glugu (batang pohon kelapa) sebelum akhirnya tertimpa 30 kaca tersebut.

Kaca hitam itu langsung mengenai bagian leher Basrudin. Sontak, Niken panik dan berteriak meminta pertolongan. “Banyak darah berlumuran dan saya langsung teriak minta tolong,” urainya.

Alhasil beberapa karyawan lain langsung menuju lokasi Basrudin mengalami kecelakaan. Mereka melakukan pertolongan. Ditanya mengenai adanya kejadian kecelakaan tersebut, Sudarno, pemilik toko, mengatakan bahwa kala itu dirinya tidak berada di lokasi kejadian.

Sehingga tidak mengerti detail kejadiannya. Meski begitu, karyawan lain langsung melapor kepadanya. Sehingga Sudarno pun sigap membawa korban dengan mobilnya menuju Rumah Sakit Pare. “Pada saat kejadian, saya tak berada di lokasi kejadian Mbak,” paparnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi. Mendengar laporan adanya kecelakaan kerja, petugas Polsek Plemahan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Begitu tiba di sana, mereka segera melakukan olah TKP.

Menurut Kanitreskrim Polsek Plemahan Aipda Syahrudi, kejadian tersebut murni kecelakaan kerja. “Benar murni kecelakaan kerja Mbak,” terangnya.

Syahrudi menyatakan bahwa Basrudin meninggal sekitar pukul 08.00 WIB ketika berada di RS Pare. Penyebab meninggalnya karena korban kehabisan darah. Itu lantaran luka yang mengenai bagian lehernya cukup dalam.

“Luka di leher cukup dalam sehingga banyak darah keluar, tak sempat tertolong. Korban akhirnya meninggal dunia,” kata Syahrudi.

Hingga kemarin, pihak Polsek Plemahan masih terus memeriksa saksi-saksi terkait kecelakaan kerja itu. “Masih kami mintai keterangan saksi-saksi ini,” pungkas Syahrudi. (rk/fiz/die/JPR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *