Pidato Jokowi Berapi-Api, Fadli Zon: Mungkin Mau Niru Gaya Prabowo

Senin, 9 April 2018 - 12:02 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan relawannya pekan kemarin itu menuai banyak komentar. Pasalnya, dalam pidato itu Jokowi terlihat berapi-api menanggapi aksi tagar 2019 ganti Presiden.

Seperti terlihat dalam video, gaya pidato Jokowi yang berapi-api itu terlihat mirip dengan gaya pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Ya mungkin mau niru- gaya Pak Prabowo dalam berpidato kali,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kepada awak media di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Meski begitu, Fadli Zon tidak mempermasalahkan gaya pidato orang nomor satu di Indonesia itu. Dikatakan, Fadli Zon, setiap orang memiliki hak untuk merubah gaya bicara di depan publik, tetapi apa yang disampaikan itu lebih akurat.

“Ya engga tau, pokoknya kalau itu kan sah-sah saja orang mau merubah gayanya gitu, tetapi mungkin data-datanya harus lebih akurat ya, data utang yang disampaikan Pak Jokowi kan juga tidak terlalu akurat termasuk pembayaran mengenai bunga dan pokoknya, coba diperiksa lagi,” ujarnya.

Anak buah Prabowo Subianto itu menuturkan, salah satu tujuan politik adalah merebut kekuasaan dengan cara damai dan konstitusional, dan Gerindra akan melakukan itu dengan membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

“Iyalah udah pasti kalo itu, kita kan didalam politiknya memang itu salah satunya merebut kekuasaan dengan cara damai dan konstitusional, yaitu melalui pemilihan umum. Ya karena kita ingin menggunakan kekuasan itu supaya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat, yang memajukan ekonomi kita, memajukan kesejahteraan rakyat gitu,” jelas Fadli.

Fadli pun menanggapi sindiran Jokowi soal ketidak akuratan publik yang sering mengkritik kebijakan Pemerintah tidak menggunakan data, hingga semua kritik mereka terlihat hoax. “Mana yangg berita hoax, tidak ada saya kira,” tutup Fadli Zon. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.