“Masa Baju Kotak-kotak Bisa Naikan Orang Menjadi Presiden”

Selasa, 10 April 2018 - 08:07 WIB
Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra, di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Senin (26/2). (Foto: Igman Ibrahim/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Presiden Joko Widodo merespon baju kaos yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Jokowi sebut, tidak bisa baju menggantikan posisinya, yang bisa hanya Rakyat dan kehendak Tuhan.

Pernyataan Jokowi ini direspon Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Menurut Yusril, Jokowi sebenarnya tidak perlu bilang baju bisa menurunkan orang menjadi Presiden Indonesia. Sebab, katanya, Jokowi menjadi presiden pun karena baju kotak-kotak yang ia kenakan.

“Saya bilang saja, masa baju kotak-kotak bisa naikan orang menjadi presiden,” ujar Yusril di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut Yusril, adanya gerakan #2019GantiPresiden itu tidak bisa dihalangi. Karena ini sudah memasuki tahun politik. Sehingga sah saja ada pihak yang melakukan hal tersebut.

“Tapi kan memang sepenuhnya hak rakyat untuk bicara. Meskipun pada akhirnya menentukan Pilpres 2019,” katanya.

Di tahun politik ini Yusril pun sangat mengerti dengan iklim tersebut. Karena apabila ada orang yang tidak pro maka ingin mengantikan Jokowi. Nah, kalau yang pro terhadap Jokowi, pihak-pihak terkait akan mencari cara supaya bisa dua periode.

“Jadi memang ada yang pro dan kontra. Jadi otomatis suhu politik ini memanas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bereaksi dengan gerakan #2019GantiPresiden yang belakangan ramai disebut-sebut di media sosial. Menurut Jokowi, gerakan mencetak kaos seperti itu tidak akan mampu mengganti presiden.

“Masa kaus bisa mengganti presiden?‎” kata Jokowi

Jokowi mengatakan, perubahan jabatan presiden sepenuhnya berada di tangan rakyat. Karena yang bisa mengganti presiden, adalah rakyat.

Gerakan #2019GantiPresiden digagas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Gerakan yang mengusung isu penggantian presiden dalam pemilihan umum 2019 itu berkembang hingga ada rencana mencetak kaus bertuliskan tagar tersebut.

(gwn/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.