Siswi Berprestasi Menderita Lumpuh, Semangat Kerja Soal UN di Rumah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Sherina Alyssa Nugraheni, siswi kelas 3 SMA N 1 Pakem, Sleman tampak serius mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di rumahnya, Puri Citra Indah Nomor A5, Jalan Rajawali 3, Manukan, Condongcatur, Sleman, kemarin (Senin, 9/4/2018).

Meski mengerjakan soal ujian di rumah, Sherina tetap memakai seragam sekolah lengkap.

Siswi berprestasi yang pernah menyabet juara nasional lomba debat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut tetap bersemangat meski menderita penyakit kelumpuhan.

Senin (9/4/2018), Sherina dijadwalkan mengikui UN mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berbeda dengan teman-temannya satu sekolah, ia mendapatkan perlakuan khusus diperbolehkan mengerjakan soal-soal UN di rumah.

Pengawas ujiannya, Agustina Prasetyowati, mengatakan, Sherina mengerjakan soal ujian yang sama seperti yang siswa lainnya. Hanya saja, pengerjaannya dilakukan secara manual. Soal ujian dikerjakan, sebelumnya diunduh terlebih dahulu, kemudian di-print beserta lembar jawabnya.

“Waktunya sedikit mundur dibandingkan yang lain. Kalau untuk pengawasnya tetap sama prosedurnya,” katanya, ditemui di sela mengawasi ujian Sherina.

Sherina, siswi berumur 18 tahun tersebut menderita kelumpuhan karena suatu penyakit. Gejalanya mulai muncul sejak Januari lalu, dan baru Maret kemarin ia menjalani operasi tulang belakang.

Karena penyakitnya itulah, Sherina mulai tak bisa beraktivitas seperti biasa. Berangkat sekolah maupun bermain bersama teman-temannya. “Dari punggung ke bawah tidak bisa bergerak normal,” kata Ayah Sherina, Adi Yananta, 48.

Meski tidak bisa masuk sekolah seperti biasa, semangatnya untuk belajar tak pernah kendur. Ia tetap membaca buku pelajaran, browsing internet. Bahkan ketika merasa kesulitan pun, ia berkonsultasi dengan gurunya melalui pesan WhatsApp.

Selain pernah juara 1 nasional sekaligus best speaker dalam lomba debat yang digelar UGM pada Desember 2017 lalu, Sherina juga aktif dalam berorganisasi di sekolahnya.

Mungkin dari prestasi yang pernah ia raih itu, menjadi pemicu bagi Sherina untuk tetap mau belajar. Teman-temannya pun sering datang ke rumahnya untuk mengajak belajar bersama. “Jadi ya tidak ada kendala untuk mengikuti ujian ini,” lanjut Adi.

Menurut Adi, anak bungsunya tersebut ketika lulus nanti berkeinginan untuk melanjutkan kuliah ke UGM atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengambil jurusan Psikologi atau Bahasa Indonesia. Pihak keluarga pun terus menyemangatinya untuk menggapai keinginannya tersebut. (dho/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...