Dua Koper Misterius Dikira Bom, Isinya Cuma Pakaian Wanita

Rabu, 11 April 2018 - 03:51 WIB

FAJAR.CO.ID — Warga Mangasa, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, tiba-tiba panik pada Selasa sore, kemarin (10/4/2018). Pasalnya, ada dua koper misterius yang dititipkan oleh dua wanita di showroom motor bekas milik warga, Muh Tahir Tayang, di Jl Sultan Hasanuddin tepatnya di samping Makodim 1409 Gowa, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu.

Informasi menyebutkan, koper tersebut sudah dua hari lalu dititip, sejak Minggu (8/4/2018) pukul 10.00 Wita.

Konon setelah koper itu dititip bersama sebuah boneka warna merah muda, dua perempuan tersebut lalu pergi menuju arah Kota Makassar.

Seperti pengakuan Muh Tahir bahwa dua perempuan itu berjanji akan kembali mengambil barangnya yang dititipkan, sementara karena hendak ke Makassar mengurus sesuatu.

“Rencana kedua perempuan itu katanya mau ke Mamasa, tapi mereka ke Makassar dulu urus sesuatu. Tapi sampai hari ini Selasa mereka tidak muncul-muncul, akhirnya saya melaporkan ke Babinsa dan Binmas di sini,” aku Muh Tahir pemilik rumah toko.

Show roommotornya itu lantas diberi garis polisi setelah Satgas Gegana Brimob tiba dan mengamankan lokasi di mana tas dan boneka itu diletakkan.

“Waktu hari minggu pagi ji sekitaran jam 10, ada dua perempuan menitip barang itu lalu pergi katanya mau ke Makassar, dan semenjak dia titip barang tidak pernah mi kembali sampai sekarang,” jelas Muh Tahir Tayang, pemilik rumah saat dimintai komentarnya didepan rumahnya yang telah dipasangi garis polisi.

Menurut Tahir, Ciri-ciri dua perempuan tersebut tidak memakai jilbab, dengan celana panjang robek-robek.

“Dia mengaku akan berangkat ke Mamasa, namun sebelumnya akan ke Makassar dulu dengan mengendarai angkutan kota,” ungkap Tahir.

Kepanikan warga di sekitar toko karena menyangka isi koper kecil itu diduga bom. Ternyata setelah tim Jihandak bekerja dan melakukan pemeriksaan sekaligus memasang alat detektor bom, ternyata bukan bom.

Hal itu diperkuat setelah tim Gegana mengamankan tas koper itu dan kemudian dibawa ke Mako Polres Gowa lalu dibuka. Ternyata isinya hanya pakaian dan pakaian dalam wanita dan sejumlah kain.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, yang dikonfirmasi Beritakota Makassar, memperlihatkan isi tas koper tersebut. Isinya hanya beberapa pakaian wanita, sarung dan beberapa lembar kain lainnya.

“Yah..isinya cuma kain, bukan bom,” kata Kapolres Shinto.

Isi koper yang dicurigai bom. (Foto: Beritakota Makassar)

Terkait yang dilakukan pemilik rumah dengan melaporkan hal-hal mencurigakan sangat diapresiasi Kapolres. Menurut kapolres apa yang dilakukan oleh Tahir sudah benar.

“Yang dilakukan pemilik rumah sudah sesuai jika ada barang yang mencurigakan. Segera laporkan ke petugas terdekat,” kata Shinto.

Dikatakan Shinto, setelah tim Gegana Polda Sulsel melakukan pengecekan dan deteksi dengan alat, isi dari koper itu adalah kain baju saja.

Terpisah, Kaden Gegana Polda Sulsel, Kompol Sahruna Nasrun kepada media menjelaskan selama di TKP, Gegana melakukan teknik kepolisian yaitu discrubter atau teknik penceraiberaian isi bom.

“Kita gunakan teknik kepolisian discrubter dan robot MK2 karena melihat risiko cukup bahaya di lapangan, makanya kita langsung turunkan alat ini,” kata Sahruna Nasrun. (saribulan/bkm/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.