Kadir Halid: Sebagian Aset Abu Tours Telah Beralih ke Pihak Ketiga

Rabu, 11 April 2018 - 09:36 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Hingga saat ini calon jamaah umrah yang jadi korban Abu Tours belum mendapat kepastian tentang nasibnya. Ini membuat jamaah was-was.

Salah seorang calon jamaah bernama Naing (70) mengakui dirinya telah menyetor dana sebesar Rp18 juta untuk berangkat umrah pada tahun 2017 lalu. Namun kenyataannya, hingga bulan Maret 2018 sesuai yang dijanjikan, ia tak kunjung diberangkatkan.

Uang yang disetornya ke Abu Tours, diakuinya dari hasil menabung dari usahanya berjualan barang campuran.”Tabungan saya itu dari jualan rokok batangan di rumah,” cetus Naing.

Ernan Arfan, salah satu agen Abu Tours meminta kepada DPRD Sulsel agar aset-aset miliki Abu Hamzah selalu CEO diawasi dan disita oleh polisi. Agar nantinya jika para jamaah tidak bisa diberangkatan, uang mereka bisa dikembalikan dari hasil lelang dan penjualan aset tersebut.

“Tolong, Pak dibantu bagaimana solusi agar calon jamaah kami bisa berangkat setelah terbitnya SK pencabutan izin operasional Abu Tours. Kasihan mereka, sudah susah payah menabung. Kami ini hanya bantu mereka. Kami juga minta bapak anggota dewan untuk mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Jangan sampai ada yang disembunyikan,” ujar Ernan Arfan.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel HA Kadir Halid mengatakan, sejak awal telah meminta agar pihak Abu Tours dapat mengembalikan dana calon jamaah.“Sejak awal Abu Tours bersikap tidak terbuka dan berniat jahat, karena tidak melibatkan calon jamaah,” kata legislator Partai Golkar ini.

Untuk itu, komisi E menjadwalkan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak terkait, baik Kementeria Agama maupun Polda Sulsel. Hal tersebut mengingat kasus ini sudah masuk ke ranah hukum.

Kadir yakin bahwa masih banyak aset Abu Tours yang belum disita. “Bulan lalu saya melaksanakan umrah. Ternyata masih ada aset-asetnya belum disita, seperti yang ada di Arab Saudi. Saya melihat sendiri kalau masih ada bus milik Abu Tours di sana (Saudi),” ucap Kadir.

Selain itu, Kadir juga mengaku telah mendapatkan informasi kalau sebagian aset Abu Tours telah beralih ke pihak ketiga. Hanya saja dia tidak bersedia menyebutkan nama maupun inisal orang tersebut.
“Kan sudah ada yang dialihkan ke pihak ketiga. Itu sudah jelas aset Abu Tours,” tandasnya. (rif/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.