Kasus Proyek Aspirasi DPRD Jeneponto, Kader PKB Ini Susul Moses ke Jeruji Besi

Rabu, 11 April 2018 - 09:16 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Kasus proyek aspirasi DPRD Jeneponto terus memakan korban. Setelah anggota DPRD Makassar dari Partai Hanura Mustagbir Sabry alias Moses, kini giliran Andi Mappatunru menyusul.

Jika Moses dieksekusi tim jaksa Kejari Makassar dari rumahnya Kompleks Pratama Jalan Dg Tata, Senin sore (9/4), Andi Mappatunru datang menyerahkan diri ke Kejari Jeneponto, Selasa (10/4) pukul 11.00 Wita.

Mappatunru dari PKB terseret dalam pusaran kasus proyek aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013 sebesar Rp23 miliar. Sebelumnya, sudah ada empat rekan legislator Jeneponto yang ditahan dalam kasus ini. Yakni Alamsyah Mahadi, H Burhanuddin, Hj Bunsuari serta almarhum H Samad.

Eksekusi terhadap Mappatunru dilakukan setelah turunnya putusan Mahkamah Agung tertanggal 2 April 2018, yang mengganjarnya dengan vonis lima tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah, setelah pada Pengadilan Tipikor Makassar Mappatunru membebaskannya dari dakwaan.

Mappatunru dinyatakan terbukti melanggar pasal 12 huruf i Undang-undang Tipikor. Selain penjara 5 tahun, ia juga didenda Rp200 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Usai menyerahkan diri ke Kejari Jeneponto, Mappatunru kemudian dibawa Lapas Klas IA Makassar untuk menjalani hukuman. Ia diantar tiga petinggi Kejari Jeneponto, masing-masing Kasi Pidsus Saut Situmorang, Kasi Intel Andi Nasran dan jaksa senior Achmad Jafar. Mereka mengendarai mobil Kijang Innova warna hitam bernomor polisi DD 333 G.

Pada pukul 12.45 Wita, terpidana tiba di Lapas Makassar. Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Administrasi dan Keamanan Ketertiban Lapas Klas 1 Makassar Tatang Suherman.”Benar ada nama Andi Mappatunru yang masuk. Dia tiba di Lapas pukul 12.45 Wita,” ujar Tatang, kemarin.

Mappatunru menempati kamar 7 di blok i2. Ruangan yang sebelumnya berisi 9 orang, kini bertambah menjadi 10 orang.Ruang sel yang dihuni Mappatunru bersebelahan dengan kamar yang ditempati Moses. Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Makassar ini berada di kamar 6 blok i1. Di dalamnya ada sembilan orang penghuni.

Menurut Tatang, hingga kemarin belum ada yang membesuk keduanya. Mereka pun tak melakukan kegiatan berarti selama berada dalam sel.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.