Medsos dan Internet Picu Pernikahan Dini

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kehadiran media sosial (medsos) dan mudahnya mengakses internet telah membawa pengaruh besar di segala lini. Salah satunya menjadi pemicu meningkatnya angka pernikahan dini.

Penyebab lainnya, menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulsel Andi Murlina Muallim, karena faktor ekonomi. Orang tua merasa tidak sanggup lagi membiayai anaknya, sehingga menikahkan mereka secepatnya agar bisa lepas dari tanggung jawab.

”Untuk saat ini, pernikahan dini banyak dipicu dengan hadirnya media sosial. Dari internet. Anak di bawah usia 16 tahun bisa dengan mudah mengakses film porno dari internet. Selanjutnya, bisa diketahui apa akibat dari itu,” ungkap Andi Murlina, kemarin.

Dia menuturkan, karena kebablasan dengan semakin bebasnya berkomunikasi di medsos yang berlanjut pertemuan, memicu terjadi hamil di luar nikah. Kalau sudah begitu, mau tak mau harus dinikahkan. Pernikahan dini di sini dalam artian, anak yang menikah pada usia di bawah 16 tahun.

Menurut Andi Murlina, berbagai dampak negatif terjadi akibat pernikahan dini. Diantaranya pendidikan anak yang menikah dini rendah, terjadi risiko pada kematian ibu karena sebenarnya organ reproduksi perempuan pada usia di bawah 16 tahun belum terlalu sempurna.

”Selain itu, bisa melahirkan bayi prematur, berat badan bayi di bawah normal, serta anak berkebutuhan khusus. Risiko lain adalah masa reproduksi panjang tanpa adanya perencanaan keluarga (family planning) hingga memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang berujung pada perceraian,” terangnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...