Pembangkit Listrik Alternatif Belum Memuaskan

Rabu, 11 April 2018 - 15:24 WIB

FAJAR.CO.ID,BATU PUTIH – Listrik masih menjadi kendala bagi sebagian kampung di wilayah pesisir selatan Berau. Tak terkecuali Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Meskipun telah terfasilitasi dengan PLTMH, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seperti yang diungkapkan, Zakaria, warga setempat. Ia mengatakan, saat ini masyarakat masih mengandalkan PLTMH. Namun terkadang dayanya tidak mencukupi.

“Kadang lampu di rumah saya mati hidup. Karena dayanya yang tidak cukup tadi,” ungkapnya pada Senin (9/4).

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah, agar jaringan listrik dari PLN yang ada di Kampung Batu Putih dapat tersambung ke Tembudan. Apalagi menurutnya, kapasitas mesin PLN mencukupi untuk menyuplai listrik ke kampungnya.

“Kami inginnya begitu. Apalagi jaraknya juga tidak jauh,” ujarnya.

Sementara itu,  Kepala Kampung Tembudan, Nur Iman membenarkan apa yang disampaikan oleh warganya. Pasalnya, kebutuhan listrik meningkat, sehingga harus memerlukan daya yang lebih besar.

Bahkan, dirinya mengaku telah mengusulkan penyambungan listrik dari PLN Batu Putih menuju kampungnya tersebut pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan. Hanya saja, usulan tersebut belum mendapat respons positif.

Seperti diketahui, untuk urusan kelistrikan di Kabupaten Berau, kebijakannya sudah diambil alih oleh Pemprov Kaltim. Sehingga Pemkab Berau tidak memiliki kewenangan apapun dalam mengambil kebijakan. “Sudah tiga tahun ini kami usulkan,” ujarnya.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, kampungnya telah memanfaatkan sumber listrik dari PLTMH, namun hal itu masih belum maksimal, selain dayanya yang masih sangat terbatas,  juga bergantung cuaca.

“Iya,dayanya kurang. Rumah masyarakat juga tambah terus. Apalagi, kalau lama tidak hujan, debit air kecil, daya PLTMH tidak mampu lagi,” jelasnya.

Pihaknya berharap, apa yang diusulkan dapat terpenuhi di tahun 2019 mendatang.”Agar masyarakat dapat merasakan listrik dengan baik,” pungkasnya.  (*/sht/app)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *