Pencopet Profesional Raup Ratusan Miliar Selama Beraksi di Bandara

Rabu, 11 April 2018 - 01:25 WIB
Niculae Avram, 46, menargetkan wisatawan di Bandara Luton dan Heathrow (Foto: SWNS)

FAJAR.CO.ID — Dua pencopet profesional Niculae Ion, 21, dan Niculae Avram, 46, asal Rumania ditangkap setelah mencopet sejumlah penumpang di Bandara Heathrow dan Luton.

Selama beraksi, mereka mencuri lebih dari £ 40.000 atau setara Rp768 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, mereka menargetkan wisatawan di Bandara Luton dan Heathrow di mana mereka melakukan sejumlah pencurian bernilai tinggi. Pencurian yang mereka lakukan termasuk mencuri dompet dengan isi lebih dari £ 3.000 atau sekitar Rp57 juta dari seorang pengusaha dan kartu kredit dari seorang penumpang wanita.

Unit Kepolisian Bandara Bedfordshire meluncurkan investigasi pada bulan Oktober 2017 setelah serangkaian pencurian terjadi. PC Niall Hamshere kemudian mampu mengidentifikasi dua tersangka dan menyebarkan foto mereka secara nasional, yang mengakibatkan mereka diidentifikasi di Bandara Heathrow.

Keduanya telah kembali ke Rumania tetapi kemudian ditahan di Bandar Udara London Luton ketika kembali memasuki Inggris pada 27 Februari. Keduanya dicurigai juga pernah melakukan aksinya di Inggris, Jerman dan di lima negara Eropa lainnya.

Mereka berdua mengaku bersalah atas enam tuduhan pencurian di Pengadilan Mahkota Isleworth pada 28 Maret dan dipenjara selama tiga tahun dan empat bulan. Berbicara setelah dijatuhi hukuman, PC Hamshere mengatakan senang pelaku sudah dipenjara.

“Kami jelas senang bahwa keduanya telah diberikan hukuman penjara atas pelanggaran mereka. Ini adalah hukuman yang paling substansial yang diterima pria di negara mana pun dan menegaskan kembali komitmen kami untuk membawa pelaku ke pengadilan,” katanya.

Menurutnya, kedua pelaku sangat lihai mencuri. “Orang-orang ini adalah pencopet yang sangat terampil, dengan tidak ada korban yang tahu di mana atau kapan mereka menjadi sasaran. Mereka sengaja menargetkan pusat transportasi di mana korban mereka rentan terhadap keterampilan mereka,” jelasnya.

“Kami selalu mengimbau kewaspadaan terhadap copet, terutama di area sibuk seperti bandara, dan akan meminta siapa pun yang menganggap mereka adalah korban pelanggaran serupa untuk menghubungi kami,” kuncinya. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *