Polisi tidak Setuju Dengan Pembentukan TGPF Kasus Novel

Rabu, 11 April 2018 - 18:41 WIB
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Polri menganggap pembentukan Tim Gabungan Mencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak terlalu diperlukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, dalam banyak kasus TPGF tidak terlalu membantu penanganan sebuah kasus.

“TGPF banyak dibentuk di case tertentu tapi tidak optimal perannya, tidak sentuh teknis. Yang menyentuh teknis adalah kami (Polri),” kata dia di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Polri, sambung Iqbal, juga diawasi dalam pekerjaannya oleh Ombudsman dan Kompolnas, bahkan dalam upaya menuntaskan kasus ini Komnas HAM juga telah membentuk tim.

“Hormati dong lembaga-lembaga itu untuk bersama menuntaskan kasus ini,” ujar Iqbal.

Polda Metro Jaya, ungkap dia, telah melakukan langkah-langkah penyelidikan maju kedepan dengan memeriksa puluhan saksi juga beberapa barang bukti yang bisa dijadikan petunjuk seperti CCTV.

“Kami Gandeng AFP (Kepolisian Austarlia) periksa CCTV, analisa ini diharapkan dapat membantu penyidik. Itu menandakan Polri ingin bekerja keras,” terang Iqbal.

Novel Baswedan disiram air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 oleh orang tidak dikenal, seusai menunaikan shalat subuh di masjid pada 11 April 2017 lalu. Karena penyerangan tersebut, kondisi mata Novel rusak dan harus di operasi di rumah sakit di Singapura. [sam] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *