Wadaw! Rocky Gerung Sebut Kitab Suci Itu Fiksi, Anda Setuju?

Rabu, 11 April 2018 - 15:41 WIB

JAKARTA- Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, kitab suci merupakan literatur yang sifatnya fiksi. Pernyataan ini Ia katakan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang digelar pada Selasa (10/4) malam.

Pengajar di Universitas Indonesia ini mengatakan, makna fiksi berbeda dengan fiktif. Fiksi merupakan sesuatu yang positif. namun karena sering diucapkan dalam forum-forum politik, maka fiksi cenderung dianggap sesuatu yang negatif. Sementara Fiktif adalah hal yang negatif. Fiktif lebih dimakanai sebagai sesuatu yang diada-adakan.

“Fiksi itu sangata bagus, dia adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu fungsi dari fiksi itu,” papar Rocky Gerung.

Rocky Gerung melanjutkan, kitab suci merupakan sesuatu yang fiksi sebab, ada keyakinan di dalam kitab suci itu. Keyakinan terhadap sesuatu yang terjadi di hari-hari yang akan datang.

“Jadi ada fungsi dari fiksi untuk mengaktifkan imajinasi menuntun kita untuk berfikir lebih imajinatif. Anda percaya kepada fiksi dan anda dituntun oleh kepercayaan itu. itu fungsi kitab suci. Anda percaya sama kitab suci, kenapa anda abaikan sifat fiksional dari kitab suci. Kan itu bukan faktual, belum terjadi,” paparnya.

“Dan sekarang kita musti pastikan bahwa fiksi itu baik, yang buruk itu fiktif, diada-adain. Kalau saya bilang kitab suci itu fiktif, oh besok saya dipenjara itu. Tapi kalau saya bilang itu fiksi, saaya punya argumen,” tuturnya. (dal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *