Bantah Kabur dari Diskusi, Misbakhun: Bukan Karakter Saya Tinggalkan Forum

Kamis, 12 April 2018 - 19:06 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wasekjend Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun melayangkan klarifikasi atas pemberitaan yang mengklaim dirinya kabur dari forum diskusi publik di Ruang Pressrum DPR RI, saat melayangkan protes atas pernyataan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon yang mengatakan bahwa Audit BPK ditanda tangani oleh Hadi Poernomo.

Usai membantah pernyataan itu, Misbakhun lantas meminta uzin kepada moderator untuk meninggalkan forum diskusi, lantaran harus mengikuti rapat Badan Legislasi (Baleg).

Atas dasar itu, politisi Partai Golkar ini melayangkan klarifikasi atas pemberitaan yang mengatakan dirinya kabur dari diskusi usai berdebat dengan Jansen soal masalah korupsi Bank Century. (Aiy/Fajar)

Berikut isi klarifikasi Mukhamad Misbakhun:

Saya sejak awal menyampaikan moderator bahwa saya ada rapat Baleg yang waktunya bersamaan. Karena Baleg sudah menunggu sejak awal sampai 45 menit. Sebagai inisiator RUU Konsultan Pajak sebagai Inisiative DPR saya harus rapat dengan waktu yang bersamaan dengan acara di Pressroom.

Clear sejak awal saya sampaikan masalah tersebut kepada moderator dan Ibu Yanti dan Masinton pembicara lainnya yg kebetulan sempat duduk dekat dengan saya. Mas Fais selaku moderator juga langsung mengumumkan bahwa saya ada rapat Baleg yang mendesak untuk diikuti saat saya ijin ke Moderator untuk meninggalkan tempat diskusi di Pressroom.

Saya acara di Pressroom dimulai agak terlambat sekitar 10 karena saya turun dari lantai 3 Gedung Nusantara 3 karema menemani ketua DPR menerima Sekjen Wantanas Letjen TNI Doni Munardo dan jajaran yang mengadakan pertemuan dengan Ketua DPR lalu setelah itu saya langsung ke Pressroom untuk menghormati undangan teman-teman Pressroom yg sudan memgundang saya untuk berbicara di forum dialektika Parlemen di Pressroom.
Momentum saya meninggalkan forum memang bersamaan saat Sdr. Jansen menyampaikan pendapatnya tapi itu bukanlah sebuah perdebatan subtansi masalah.

Apakah yang disampaikan oleh Jansen itu subtansi masalah dalam diskusi? Yang saya saat itu adalah meralat pernyataan Jansen bahwa Audit BPK ditanda tangani oleh Hadi Poernomo, lalu saya ralat bahwa audit BPK soal Century itu tidak pernah ditanda tangani oleh Hadi Poernomo. Audit BPK atas Bank Century di tanda tangani oleh Taufiqurahman Ruqi dan Hadi Poernomo pada tahun 2013 hanya menyampaikan hasil audit sebagai ketua BPK saat itu atas hasil audit lanjutan atas kasus Bailout Century yang juga tidak ditanda tangani oleh Hadi Poernomo sebagai Ketua BPK. Jadi sangat berbeda pengertian antara menanda tangani hasil audit dan mengumumkan.

Dalam kaitan kasus Century, Saya mempunyai data yang sangat lengkap. Semua audit BPK semua edisi saya punya dan saya mengerti sangat mendalam. Sehingga secara subtansial saya mengerti detail kasus Century yang saat ini ramai kembali untuk dituntaskan terkait hasil Pra Peradilan oleh MAKI di PN Jakarta Selatan.

Saya mempunyai sejarah dan pengalaman untuk berdebat dengan subtansi-subtansi yang elegan, membangun ide dan gagasan yg kongkrit dan solutif. Bukan karakter dan tabiat saya untuk meninggalkan forum tanpa ada kepentingan atau keperluan lain yang sangat penting.

Demikian penjelasan saya sehingga semua jurnalis menjadi mengetahui permasalahn yang sebenarnya.

Jakarta, 12 April 2018

Mukhamad Misbakhun
Anggota Fraksi Partai Golkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.