Bawa Sajam Saat Unjuk Rasa, Mahasiswa UMI Terancam DO

Kamis, 12 April 2018 - 14:22 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Unjuk rasa mahasiswa Fakuktas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia (UMI) berakhir bentrok dengan pihak birokrasi kampus. Bahkan salah seorang mahasiswa arsitektur angkatan 2013, terancam dikeluarkan atau Drop Out (DO), lantaran membawa senjata tajam.

Insiden bentrok tersebut berawal ketika Wakil Rektor III hendak mengambil alih megaphone mahasiswa untuk menghargai keputusan yang diambil pimpinan kampus. Namun hal tersebut malah membuat mahasiswa semakin anarkis.

“Sebetulnya pemberitaan bahwa WR II Dr.Dirgahayu itu di tendang dan di injak itu tidak benar, beliau itu terpeleset. Pada video yang beredar mahasiswa tersebut melompati WR II yang dilindungi oleh sekretaris yayasan, dan itu yang diserang mahasiswa,” ujar Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Prof Dr H Achmad Gani saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/4/18).

Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin pada Rabu 11 April tersebut karena tidak menerima keputusan Rektorat pada pemilihan Dekan Fakultas Teknik dengan kandidat Faisal habib dan Mukhtar Tahir Sarkawi, yang kemudian dimenangkan oleh Mukhtar Tahir Sarkawi.

“Kami dari pihak kampus sudah memilih sesuai dengan prosedur, dan mahasiswa ini tidak menerima keputusan tersebut, akhirnya mahasiswa bentrok dengan pimpinan kampus. Kami sudah beri penjelasan sebelumnya tapi nyatanya mereka melakukan unjuk rasa,” lanjut Achmad.

Usai bentrok itu, polisi melakukan penyisiran kampus UMI dan menemukan beberapa senjata tajam dan juga mengamankan mahasiswa arsitektur angkatan 2013 yang diduga pemilik senjata tersebut.

“Polisi melakukan penyisiran dan menemukan sajam. Dia itu mahasiswa arsitektur dan sementara kita telusuri namanya. Mereka kayaknya sudah siap berperang dengan kami,” ucapnya.

Terkait mahasiswa yang kedapatan membawa Sajam usai bentrok, pihak akan menindak lanjuti dengan memberikan peringatan dan sanksi dikeluarkan dari kampus jika terbukti atas kepemilikan saham.

“Kami masih telusuri kepemilikan sajam tersebut, kalau memang terbukti mahasiswa tersebut akan di DO, kalau begini kan mahasiswa terlalu banyak mencampuri” jelasnya.

Pasca bentrok mahasiswa dengan pihak kampus UMI, Fakultas Teknik sempat disegel malam harinya. Namun hingga hari ini aktivitas Fakultas Teknik berlangsung seperti biasa. (Sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *