Dua Pekan Di Hotel Prodeo, Kadis Perikanan dan Kelautan Non Aktif Takalar Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 12 April 2018 - 07:03 WIB

FAJAR.CO.ID, TAKALAR — Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar, hampir dua pekan tinggal di lembaga pemasyarakatan dan statusnya sebagai Tahanan Kejaksaan Negeri Takalar.

Selama ditahan di lapas Kelas IIb Takalar, Kepala Dinas Kelauatan Perikanan Non Aktif, H Asbar Tarang dilarikan kerumah Sakit Umum Takalar. Itu dilakukan, karena kondisi tubuhnya lemah (drop), sejak pihak kejaksaan menahannya sebagai tersangka kasus dugaan Korupsi Rp. 1,8  Miliar

Kuasa hukum tersangka, Andi Maksin membenarkan Muh. Asbar dilarikan ke rumah sakit Padjonga Dg Ngalle Takalar dan menjalani medical cek up karena ada benjolan di bagian dada yang semakin membesar saat kondisinya drop.

“Beliau drop sejak dua minggu di rutan, sehingga kami dari tim kuasa hukum meminta pembantaran kepada hakim di Makassar dengan  pertimbangan aspek kemanusiaan, “jelasnya.

Akhirnya permintaan pembatantaran, diterima hakim di Makassar guna melakukan medical cek up selama dua hari. Diktakan perpanjangan pembantaran, kata Andi Muksin akan komunikasikan lebih dahulu dengan tim kuasa hukum yang lain sebab kondisi  Pak Asbar belum stabil.“Untuk perpanjangan pembantarannya kita koordinasikan dulu dengan tim kuasa hukum yang lainnya,”ucapnya.

Terpisah Kasipidsus Kejaksaan Negeri Takalar Zen Hadiyanto membenarkan permohohan pembantaran Muh. Asbar dikabulan melalui surat  Penetapan no 36/pid.sus-TPK/2018/PN. MKS untuk melakukan medical cek up selama dua hari.

“Sebelumnya kuasa hukum memohon kepada Tipikor untuk medical cek up karena ada benjolan di bagian dada itu kalau kondisinya drop dan  benjolannya semakin membesar. Selain itu Kondisinya agak kurang fit selama di rutan,” Jelas Zen.

Kepala Rumah Sakit Umum Takalar Dr Novy, juga membenarkan bahwa Kadis DKP Non Aktif, dirawat di RSUD Takalar, berdasarkan hasil  pemeriksaan, kondisi tubuh Asbar lemah dan ada benjolan dibagian Dadanya.

Soal berapa lama waktu, dirawat di Rumah sakit, itu tergantung dari permintaan izin kuasa hukumnya kehakim, karena beliau ini tidak sama dengan  pasien lainnya.Bersangkutan dirawat di RSUD Takalar senin (9/4/18) kemarin, hanya dua hari saja waktu diberikan, kita tunggu lagi apa ada perpanjangan  waktu perawatan.

“Karena dirinya dalam pengawasan pihak kejaksaan Negeri Takalar, ada rans waktu yang diberikan dalam melakukan medical chek up,”  jelasnya. (upeks/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *