Facebook Belum Beri Kepastian, Kemenkominfo Layangkan Surat Peringatan Kedua

Kamis, 12 April 2018 - 09:38 WIB
Facebook (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melayangkan surat peringatan kedua (SP2) kepada Facebook. Surat yang dikirimkan pada Selasa (10/4) itu terkait dengan penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh pihak ketiga dalam hal ini Cambridge Analytica (CA).

“SP tersebut memuat peringatan kembali kepada Facebook Indonesia untuk memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh aplikasi pihak ketiga yang menggunakan platform Facebook,” tulis keterangan pers Kemenkominfo.

Selain itu, Kemenkominfo meminta Facebook memastikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai dengan Peraturan Menkominfo Nomor 22 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Kemenkominfo juga meminta Facebook segera memberikan hasil audit atas aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook. Hal ini berkaitan dengan aplikasi atau fitur yang dikembangkan pihak ketiga.

Laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook.

Tak lama berselang, Facebook memberikan kabar kepada Kemenkominfo terkait update kasus penyalahgunaan data ini. Sayangnya, surat tanggapan yang dikirimkan Facebook kepada kementerian yang dipimpin Rudiantara ini tidak menanggapi perihal SP 2 yang dikirimkan. Melainkan membahas SP 1 yang diberikan bersamaan dengan bertemunya perwakilan Facebook Indonesia dengan Kemenkominfo.

“Tadi malam ada surat dari Facebook tapi dari Irlandia. Dia hanya menerangkan mengenai tata cara Facebook menangani masalah seperti Cambridge Analytica,” kata Rudiantara saat dikonfirmasi di kantornya, Jakarta, Rabu (11/4) malam.

Menurutnya, Facebook mengaku sudah menghentikan aplikasi pihak ketiga yang terafiliasi dengan CA. Hanya saja Kemenkominfo meminta bahwa semua aplikasi yang mirip dengan CA terutama yang dalam bentuk kuis seperti itu semuanya harus dimatikan terutama untuk pasar Indonesia.

“Kami meminta semua aplikasi pihak ketiga yang berpotensi bahaya seperti CA untuk dimatikan. Namun mereka baru mematikan aplikasi milik CA saja, bukan keseluruhan seperti yang kami minta,” tegas Rudiantara.

Mengapa yang menangani bukan Facebook pusat di Amerika Serikat tapi justru Facebook Irlandia? Rudiantara menjelaskan, hal ini karena pengelolaan Facebook Indonesia masuk ke ranah Facebook Irlandia, bukan Facebook Amerika. Facebook Amerika hanya mengelola Facebook milik Amerika dan Kanada.

Sejauh ini Rudiantara juga belum mendapat jawaban dari Facebook terkait dengan hasil audit, seperti yang diminta Kemenkominfo pada pertemuan pertamanya dengan perwakilan Facebook Indonesia pada 5 April lalu. Untuk itu Kemenkominfo mengirimkan surat peringatan kedua pada Selasa (10/4) kemarin.

“Melalui surat peringatan tambahan kedua itu kami juga mengindikasikan ada aplikasi mirip CA yang berpotensi membahayakan data pengguna. Aplikasi tersebut bernama CubeYou dan AggregateIQ. Makanya kami mengirimkan surat peringatan kedua karena yang lama belum rampung ini sudah ada lagi aplikasi sejenis lainnya,” pungkas Rudiantara. (Fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.