Terbukti Bunuh Muslim Rohingya, Tujuh Tentara Myanmar Dipenjara

Kamis, 12 April 2018 - 00:08 WIB
Sepuluh orang Muslim Rohingya dengan tangan terikat di Desa Inn Din 1 September 2017. (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID — Koran yang dikelola negara, Global Light of Myanmar, melaporkan bahwa tujuh anggota militer Myanmar telah dijatuhi hukuman penjara karena terbukti telah membunuh 10 warga muslim Rohingya, tahun lalu.

Sepuluh mayat muslim Rohingya itu ditemukan di sebuah desa di Negara Bagian Rakhine barat. Mereka ditemukan terkubur di kuburan massal setelah dibunuh pada September 2017.

Laporan Tatmadaw True News Information Team yang dikutip Global Light Of Myanmar menyebut, anggota militer yang dihukum itu terdiri dari empat perwira dan tiga tentara dari jajaran lain.

Selain penjara, mereka juga dipecat dari militer. Tiga orang lainnya dari luar militer yang dituduh mengambil bagian dalam pembunuhan belum dijatuhi hukuman.

Lebih dari 670.000 pengungsi Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar yang mayoritas beragama Budha. Mereka menyeberang ke negara tetangga Bangladesh sejak Agustus 2017. Berbagai kisah pembunuhan, pemerkosaan, dan perusakan oleh militer negara itu membuat Myanmar dituduh telah melakukan genosida.

Selama kasus ini mencuat, dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap dan diadili di pengadilan di Yangon karena menyelidiki pembunuhan tersebut. Pada hari Rabu, pengadilan diharapkan untuk membuat keputusan apakah keduanya akan diberikan jaminan.

Sebuah laporan rinci tentang kuburan massal yang diterbitkan pada bulan Februari mengungkap bagaimana tentara dan polisi paramiliter telah terlibat dalam kekerasan terhadap warga Rohingya. Reuters dalam laporan itu mengutip seorang tentara Angkatan Darat Myanmar yang sudah pensiun yang mengklaim dia membantu menggali kuburan massal bagi 10 Muslim Rohingya yang dibunuh oleh penduduk desa dan tentara di Inn Din.

Militer Myanmar dengan keras membantah melakukan kesalahan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine. Mereka mengklaim bahwa pihaknya hanya melakukan pertempuran melawan teroris yang menyerang pos perbatasan pada 25 Agustus. (CNN/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.