Waduh!! Politisi PDIP Ini Sebut KPK Mirip ‘Odong-Odong’

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Penanganan kasus korupsi Bank Century hingga kini belum juga selesai. Terakhir, permohonan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pengabulan praperadilan ini sebagai babak baru untuk kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah itu. Selain itu, keputusan PN Jaksel yang mengabulkan praperadilan MAKI, juga dianggap sebagai pukulan telak buat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan mengabaikan kasus korupsi Bank Century.

Langkah MAKI untuk mempraperadilan masalah ini langsung mendapat respon dari berbagai pihak, ada yang mendukung dan juga ada yang sedikit keberatan. Namun, hal itu berbeda dengan politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu.

Menurut Masinton, pengabulan praperadilan kasus korupsi Bank Century oleh PN Jaksel adalah salah satu langkah mencari kepastian atas kasus yang merugikan negara triliunan, baik itu kasus Bank Century maupun kasus korupsi Pelindo.

“Jadi yang di prapradilan MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) ini menurut saya upaya mencari kepastian hukum,” kata Masinton dalam diskusi publik di Ruang Pressrum DPR RI dengan tema 'Putusan PN Jaksel soal Century, Bisakah Budiono Tersangka?' Kamis (12/4).

Dikatakan Anggota Komisi III DPR RI itu, KPK diharuskan melanjutkan putusan PN Jaksel yang sudah membuka jalan untuk kasus Bank Century. Bahkan, kata Masinton, gaya kerja KPK ini terlihat seperti 'Odong-Odong' yang hanya berpuatar disitu-situ saja.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...