240 Butir Ekstasi Diblender

Jumat, 13 April 2018 - 04:46 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Dengan kikuk, Bambang Witono (32) berdiri di antara petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, Selasa (10/4) pagi. Separuh wajahnya ditutup masker. Tangannya pun diborgol. Setelah mendapatkan aba-aba, telunjuknya menekan tombol untuk menyalakan blender. Terdiam, pria berbaju biru tahanan BNNK itu menyaksikan 240 butir ekstasi miliknya dihancurkan.

Disaksikan perwakilan dari Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan dan jurnalis, Kepala BNNK Balikpapan Muhammad Daud menjelaskan. Sebanyak 240 butir ekstasi itu adalah barang bukti sitaan pihaknya. Dari total 250 butir ekstasi, yang diamankan saat penangkapan Bambang di 12 Maret lalu. “10 butir ekstasi disisihkan. 5 butir untuk kepentingan uji laboratorium, dan 5 butir untuk pembuktian di pengadilan. Yang 240 butir dimusnahkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” terang pria berpangkat komisaris polisi itu.

Seperti diketahui, Bambang diduga merupakan jaringan pengedar pil ekstasi di Balikpapan. Ditangkap 12 Maret pukul 16.00 Wita. Setelah mengambil plastik hitam di dekat rumah ibadah di Jalan MT Haryono, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Petugas yang menggeledahnya, menemukan 250 butir pil ekstasi yang disimpan di dalam kaleng cat dengan balutan balon.
“Waktu didatangi petugas, tersangka membuang plastik yang dipegangnya. Tentu semakin menambah kecurigaan. Ternyata, dalam lima kaleng cat ada ekstasi. Masing-masing kaleng berisi 50 butir,” ucap Daud.

Bambang saat ini mendekam di sel BNNK Balikpapan. Dia dijerat Pasal 114 (2) subs Pasal 112 (2) UU Nomor 35/2009. Warga Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat itu terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun hingga paling lama 20 tahun. (*/rdh/one/k15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *