Anak Istri Budi Mulya Sambangi KPK

Jumat, 13 April 2018 - 09:44 WIB

JAKARTA- Nadia Mulya, putri terpidana kasus korupsi Bank Century Budi Mulya Kamis (12/4) kemarin menyambangi kantor KPK. Kepada awak media, Nadia yang datang ditemani ibunya, Anne Mulya dan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, bermaksud ingin meminta keadilan atas kasus yang melilitnya ayahnya.

Menurut Nadia, dalam skandal kasus korupsi Bank Century, ayahnya bukan pihak yang bersalah, sebab dia hanya seorang pelaksana yang menduduki jabatan Deputi Gubernur Bidang Moneter.  Sehingga, ganjaran 15 tahun penjara, dinilai tidak adil dan kejam.

“Bapak saya itu bukan pengambil keputusan, dia hanya pelaksana saja dari kebijakan yang sudah diambil oleh Dewan Gubernur. Bapak saya mendapat hukuman yang sangat kejam untuk seseorang yang tidak terlibat,” ujar Nadia Mulya.

Nadia menambahkan, meskipun saat ini keluarga sudah menerima, namun menurutnya keadilan tetap harus ditegakkan.

“Kami terima semua yang sudah terjadi di pengadilan. Hanya kami meminta agar keluarga Budi Mulya itu bisa mendapatkan keadilan,” ungkapnya.

Karena, baginya sudah hampir 4,5 tahun, Ayahnya direnggut kebebasannya. Padahal, tidak terlibat sama sekali dalam perkara ini.

“Jadi, kalau saya di sini kan sebagai puteri dari Bapak saya yang sudah hampir 4,5 tahun menyandang status tersangka, direnggut kebebasannya dan tidak bisa berkumpul dengan keluarga,” urainya.

Nadia menegaskan, demi keadilan, maka perlu ada seseorang yang ditetapkan tersangka. Ini berdasarkan putusan praperadilan yang memerintahkan agar KPK segera membuka penyidikan baru dan menetapkan Boedino dan kawan-kawan sebagai tersangka.

“Kasus Bank Century itu tidak bisa difokuskan hanya ke Budi Mulya saja. Anda harus melihat bahwa bapak saya itu tidak terlibat sama sekali dalam proses apa pun dalam kegiatan bail out,” tuturnya.

Dia juga meminta kepada awak media untuk terus mengawal proses hukum ini agar bisa tuntas.

“Saya minta kepada teman (media) untuk mengawal ini juga agar benar tidak lagi diombang-ambingkan. Agar tuntas. Karena kasus Bank Century itu bukan seputar kebijakan saja,” tukasnya.

“Yang menyebabkan masyarakat geram kan seperti yang disampaikan oleh Rizal Ramli, itu kan ember bocor. Bocornya ke mana? Ya, yaitu yang ingin diketahui masyarakat,” tutupnya.

Terpisah, terkait adanya desakan dari keluarga Budi Mulya, juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, pihaknya mempersilahkan tindakan keluarga Budi Mulia. Namun, KPK tidak akan pernah menghentikan penanganan perkara Century ini.

“Untuk penanganan perkaranya sendiri cek ke pimpinan justru sejak awal penanganan kasus Century tidak pernah berhenti dan KPK akan kita dalami lebih lanjut,” tukasnya.

(ipp/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.