Cinta Berakhir, Pemuda ini Nekat Sayat Badan

Jumat, 13 April 2018 - 00:01 WIB

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Aksi pemuda berusia 22 tahun gegerkan warga Kota Taman, kemarin (11/4) siang. Pasalnya, pria berinisial SC ini berjalan kaki tanpa sehelai pakaian dengan lumuran darah di sekujur tubuhnya.

Dugaan sementara, aksi ini dipicu kandasnya hubungan asmara dengan pujaan hatinya. Mengingat keterangan dari salah satu pihak keluarga, SC mengalami perubahan sikap semenjak putus cinta tiga hari yang lalu.

“Setelah putus cinta tingkahnya menjadi berubah,” kata salah satu pihak keluarga yang enggan namanya disebutkan, kemarin (11/4).

Dikatakannya, pemuda yang berprofesi sebagai karyawan di sebuah bengkel ini menyayat tubuhnya dengan sebilah pisau pengupas kentang. Tindakan itu dilakukan di kediamannya, di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.

Ia lantas berlari menuju Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Bank Dhanarta Dwiprima. Keluarga pun tak tinggal diam, upaya pengejaran dilakukan, akan tetapi langkah SC lebih cepat sehingga tindakan pencegahan tidak berhasil.

“Sudah mengejar tapi tidak kuat. Walaupun sandal sudah saya lepaskan,” ucapnya sembari meneteskan air mata.

Rute yang dilewati oleh SC terbilang jauh. Dari Jalan Ahmad Yani ia menuju ke Jalan Imam Bonjol. Tepat di pertigaan Kenari Water Park, ia berbelok ke kanan, yakni Jalan Catur. Kendati banyak warga yang mengikuti dari belakang tetapi langkah SC tidak bisa dihalangi.

Lantas, ia menuju ke arah Jalan Bulu Tangkis. Tepat di jalan tersebut warga berhasil memberikan pertolongan. Warga langsung menutup tubuh korban dengan menggunakan sarung. Bukan itu saja,  kendaraan terbuka pick-up yang melintas juga diberhentikan, guna membawa korban ke rumah sakit.

Berdasarkan paparan kerabat, di pagi hari SC terlihat baik-baik saja. Ia sempat mengikuti acara keagamaan di salah satu gereja. “Dia anaknya baik dan alim. Mungkin dia tidak kuat menahan depresinya, karena dia tidak mau cerita permasalahannya , sehingga kami tidak tahu masalahnya apa,” ucap kerabat SC.

SC langsung mendapat perawatan medis seketika tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Amalia. Adapun sejumlah luka yang diderita korban meliputi bagian perut, tumit, paha, serta betis.

USULKAN BANTUAN SOSIAL

Memiliki latar ekonomi keluarga tidak mampu, membuat pihak kelurahan mencari solusi. Lurah Api-Api Andiga Mufti Kuswardani lantas menghubungi Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M).

“Ternyata korban ini termasuk warga miskin,” kata Andiga kepada Bontang Post saat menjenguk korban di RS Amalia.

Kendati keluarga memiliki BPJS kesehatan dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), namun itu tidak bisa digunakan untuk pembayaran perawatan. Mengingat kasusnya dikarenakan melukai diri sendiri.

“Tetapi dengan kasus seperti ini dari BPJS dan jamkesmas tidak bisa menanggung. Saya berharap ada bantuan sosial dari OPD terkait guna pembayaran perawatan medis korban,” katanya.

Sementara itu perwakilan dari LK3 Dissos-P3M, Tri Lelonowati berujar bantuan tersebut masih sebatas usulan. Mengingat kapasitas Dissos-P3M hanya merekomendasikan. “Perkara disetujui atau tidaknya bukan kewenangan kami,” ucap Tri.

Setelah masa perawatan medis, LK3 akan mengagendakan terapi psikis kepada korban. Agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. “Kami akan gali permasalahan supaya bisa ditindak-lanjuti dengan terapi psikis,” tukasnya. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *