Fahri Hamzah Salahkan Presiden di Kasus Novel Baswedan

Jumat, 13 April 2018 - 16:59 WIB
Foto: Makruf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberikan respon atas ucapan Presiden yang masih menunggu laporan kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan oleh Kapolri setelah satu tahun sejak 11 April 2017 kemarin.

“Kalau soal Presiden menunggu, Novel itu harus lebih keras menyalahkan Presiden, semua masalah ini kan pertanggung jawabannya ada di Presiden,” kata Fahri kepada awak media di kompleks DPR Senayan (13/4).

Menurut Fahri dalam konsep kepemimpinan berdasarkan agama, pimpinan dalam hal ini Presiden harus bertanggung jawab atas rakyatnya. Bahkan, ayam matipun menjadi tanggung jawab Presiden.

“Kalau Novel mencari keadilan terus, dan gak ketemu yang salah Presiden lah, cuma apa Presiden memikirkan langkah yang seperti itu,” tambahnya.

Ditanya soal bagaimana Presiden melempar tanggung jawab ke Kapolri, Fahri menjelaskan, semua masalah yang terjadi di bangsa ini tak mampu diselesaikan oleh Presiden, dari penyiraman Novel Baswedan, hingga kasus narkoba yang membanjiri negeri ini.

“Semua kan dia juga lari, apa yang mau di selesaikan semua juga gak selesai, narkoba kita gak pernah lihat dia mau ngomong apa, korupsi juga, katanya banyak, tapikan gak pernah ngomong,” lanjutnya.

Politisi PKS asal NTB juga mengusulkan kepada Novel untuk kembali ke Mabes Polri dengan jabatan Penasehat Kapolri. “Biar jelaslah masalahnya kan karena orang ini sebetulnya tau sama tau, saya usul untuk kembali saja ke Mabes Polri,” jelasnya.

Diketahui bersama kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Kala itu Novel yang usai menunaikan salat Subuh tiba-tiba disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal dekat dengan kediamannya.

Hingga kini Polisi belum berhasil mengungkap siapa dalang dibalik penyerangan air keras yang menimpa Novel Baswedan.(zain/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *