Kuota Pendukung Debat Paslon Dikurangi

Jumat, 13 April 2018 - 23:58 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Debat pasangan calon (paslon) yang ketiga ditetapkan tidak digelar di Lumajang, melainkan di Surabaya, tepatnya di studio JTV. Karena itu, kuota pendukung bakal dikurangi. Tidak seratus lagi, melainkan hanya 25 orang tiap paslon.

Keputusan itu diambil dalam rapat pleno KPU Lumajang siang kemarin. Lima komisioner memutuskan bahwa debat edisi ketiga digelar di Surabaya. “Pelaksanaan debat ketiga digelar 5 Mei 2018, di studio JTV, Graha Pena,” ujar Muhammad Ridhol Mujid SE, divisi SDM dan parmas KPU Lumajang.

Nantinya, kata dia, debat akan berlangsung selama 1 jam 30 menit. Antara pukul 19.30 sampai jam 21.00. Acara tersebut menghadirkan KPU Jatim, Forkopimda Lumajang, Bawaslu Jatim, Panwaskab Lumajang KPU Lumajang. Tak sebanyak seperti debat edisi pertama dan kedua.

Karena itu, kondisi ini berpengaruh terhadap kuota pendukung paslon. “Yang diperbolehkan masuk, masing-masing paslon dibatasi 25 pendukung. Tidak 100 orang pendukung seperti sebelumnya,” tambahnya.

Alasannya, karena kapasitas gedung yang kuotanya hanya 100 orang. Makanya, pembatasan dilakukan merata. Dengan 25 tiap paslon, maka jumlahnya menjadi 75. Sisanya yang 25 diisi dari Forkopimda, KPU Jatim, Bawaslu dan undangan kehormatan.

Dalam debat kali ini, lanjut dia, temanya berbeda dengan sebelumnya. Yakni, “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Penyelesaian Persoalan Daerah,” katanya. Nantinya akan disediakan sedikitnya empat session.

Seperti biasa, diawali dengan pemaparan visi-misi yang berkaitan dengan tema debat. Session kedua, mengkritisi masing-masing visi-misi paslon. Pada session ketiga akan mengambil pertanyaan acak yang dibacakan moderator. Tiap paslon juga bisa saling bertanya. Baru pada session terakhir adalah closing statement.

Setiap akhir session juga ada perform talent dari masing-masing paslon. Tetap seperti sebelumnya, dimulai dari paslon nomor urut 1. Dilanjutkan paslon 2 di akhir session berikutnya dan ketiga di session selanjutnya.

Pendukung nantinya tetap tidak boleh membawa atribut kampanye. Kalaupun ada yang membawa alat musik, harus seizin KPU. “Kita akan lebih memperketat pengawasan dan pengamanan. Termasuk penggunaan alat musik. Khawatir dapat merusak suasana debat,” ujarnya.

Dengan hasil rapat ini, Edo, sapaan akrabnya menegaskan tim kampanye akan segera diberitahu. “Rencananya besok (hari ini, Red),” katanya. Mereka akan diajak berkoordinasi menyangkut rencana pelaksanaan debat ini. adapun masukan dan keinginan dari tim kampanye bisa  diakomodasi jika diperlukan. (Fajar/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *