Lha.. Ada Lagi Kasus Tabung Elpiji Palsu?

Jumat, 13 April 2018 - 05:05 WIB

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Dirketorat Kriminal Khusus dan Direktorat Intelkam Polda Kalsel masih mendalami kasus tabung elpiji 3 Kg yang diduga palsu.

Kasubdit Indag, Ajun Komisaris Besar Polisi Suyitno menyebut pihaknya bakal melakukan uji laboratorium. Untuk memastikan, apakah tabung-tabung tersebut asli atau palsu.

“Untuk memastikan itu palsu atau asli, penyidik akan melakukan uji laboratorium ke Balai Besar Logam dan Mesin di Bandung,” katanya, kemarin (10/4).

Dari hasil pemeriksaan sementara, perusahaan yang menjual tabung gas memiliki izin resmi. Yakni PT Samudera Sinergi Industri (SSI). Mereka juga mengantongi sertifikat SNI. Berlaku sejak 27 Maret 2017 hingga 26 Maret 2021 mendatang.

Begitu sang pembeli tabung yang disita, Gusti Buyung. Warga Jalan HKSN, Banjarmasin Utara itu juga punya izin usaha. “Terlalu dini jika kami katakana ini palsu,” kata Suyitno.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah meminta penjelasan dari sejumlah ahli. Misalnya dari analis perlindungan konsumen. Menurut Suyitno belum ada larangan menjual tabung gas 3 Kg. Yang ada cuma kewajiban mengatur Standar Nasional Indonesia (SNI).

Bukan cuma masalah asli atau palsu. Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan apakah ada indikasi pelanggaran hukum. Dalam hal ini, seperti yang dilakukan Buyung. Dia membeli tabung gas melon, kemudian disebarkan ke seluruh wilayah Kalsel untuk dijual.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 26 Tahun 2009. Tentang Penyediaan dan Pendistribusian, belum ada regulasi yang mengatur soal peredaran tabung.

“Yang ada hanya aturan SNI. Kalau pun tidak lolos SNI hanya bisa dijerat dengan UU No 8 Tahun 2009. Tentang Perlindungan, dan UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan,” sebut Suyitno.

Lantas, kapan hasil uji lab bisa diketahui? Jawabnya; tak bisa cepat. Suyitno menyebut, mesti melewati proses yang cukup lama, plus memerlukan biaya. “Bisa sampai satu bulan baru keluar hasilnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Kalsel menggerebek sebuah gudang di kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan, Senin (9/4) tadi. Karena diduga menyimpan tabung gas elpiji 3 Kg palsu.

Saat penggerebekan, ada sebuah truk nomor bernomor polisi DA 8052 TAI yang datang. Mengangkut 2.000 tabung gas elpiji 3 Kg kosong. Pemiliknya bernama Gusti Buyung. Warga Jalan HKSN, Banjarmasin Utara. (gmp/at/nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *